Mereka menyerbu setiap petugas keamanan masing-masing bank yang membagikan kupon untuk menukarkan uang baru. Meski imbauan lewat pengeras suara dan upaya penertiban yang dilakukan petugas keamanan agar warga antre dengan tertib, namun kerumunan warga sama sekali tidak menghiraukannya.
Mereka tetap berdesakan maju berusaha merebut 100 kupon dari masing-masing bank yang dibagikan untuk penukaran uang baru itu. Tampak pria wanita, tua muda bahkan ada yang membawa balita, nekad merangsek maju berebut kupon tersebut.
"Takut gak kebagian, soalnya ini hari terakhir," kata Subairi (58), salah satu warga Blitar yang sudah mendapatkan kupon.
Foto: Erliana Riady |
Bahkan seorang PNS di jajaran Pemkab Blitar sampai izin pulang terlebih dulu agar mendapat kesempatan menukarkan uang baru. "Harusnya pulang pukul 14.30 WIB, tapi saya sudah izin sama atasan mau nukar uang, jadi diperbolehkan pulang tadi jam 2," kata Sururul (34).
Hari ini memang hari terakhir bagi 6 bank pemerintah dan swasta untuk menggelar penukaran uang baru bersama. Hari ini merupakan event kedua, setelah pada Senin pekan lalu, 6 bank tersebut bersama-sama membuka layanan penukaran uang baru bagi warga Blitar.
"Masing-masing bank menyediakan kupon 100. Setiap warga bisa menukarkan satu paket uang baru nominalnya Rp 3,7 juta. Syaratnya harus bawa KTP asli untuk menghindari percaloan," terang seorang Branch Manager bank swasta Blitar, Andriani Puspaningrum pada detikcom di lokasi penukaran.
Menurut Andri, harusnya warga Blitar tidak perlu berebut kupon yang bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Karena selain di luar, pihak bank tetap akan melayani penukaran uang baru di kantor kas masing-masing sampai pekan terakhir jelang Lebaran. (bdh/bdh)











































Foto: Erliana Riady