detikNews
Minggu 11 Juni 2017, 15:58 WIB

Gus Ipul Ajak Cari Keberkahan di 'Jatim Mengaji'

Rois Jajeli - detikNews
Gus Ipul Ajak Cari Keberkahan di Jatim Mengaji Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Membaca dan memahami isi Al-Quran sangat diperlukan dalam menjalani hidup. Masyarakat yang ingin bisa membaca dan memahami Al-Quran, bisa belajar dengan berbagai cara, sehingga akan mendapatkan keberkahan.

"Orang yang paling mulia adalah orang yang mau belajar Al-Quran dan mengajarkan kepada yang lain. Al-Quran merupakan petunjuk Allah SWT, supaya berada di jalan yang benar," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela acara 'Jatim Mengaji' yang diselenggarakan WAFA (Metode baca Al Quran dengan otak kanan) di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (11/6/2017).

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, Al-Quran sebagai petunjuk jalan yang benar, serta menjadi penyempurna agar hidup seimbang di dunia dan akhirat. Ia pun mengajak masyarakat, untuk selalu membaca dan memahami Al-Quran sebagai pedoman hidup.

"Sudah tiga tahun saya berturut-turut hadir, untuk mendapatkan keberkahan dari majelis ini. Al-Quran bisa menjadi obat. Dengan Al-Quran, hati bisa menjadi tenang. Dengan mencintai Al-Quran, bisa sehat lahir dan batin," tuturnya.

Wagub mengapresiasi pendiri dan pengurus WAFA, yang terus mengembangkan metode-metode membaca, menghafal dan memahami Al-Quran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI).

Metode yang dikembangkan WAFA ini, untuk mempermudah masyarakat bisa membaca, menghafal dan memahami Al-Quran. Setiap tahun, jumlah murid dan lembaganya meningkat.

"Saya yakin, dengan metode yang dikembangkan WAFA, semakin luas orang bisa membaca Al-Quran. Dampaknya sangat bagus untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur WAFA Muhammad Yamin mengatakan, WAFA bergerak dibidang pembelajaran Al-Quran yang mudah, komprehensif serta menyenangkan. program WAFA diantaranya, membaca, menghafal, menterjemahkan, memahami makna Al-Quran dan menafsirkan Al-Quran yang dikenal dengan konsep 5 T (Tilawah, Tahfid, Tarjamah, Tafhim dan Tafsir).

Konsep tersebut muncul dari mimpi lahirnya ahli Al-Quran yang akan membumikan Al-Quran di Indonesia. Sejak berdiri 2012, WAFA yang dibawah naungan Yayasan Syafaatul Quran Indonesia, sudah tersebar di 27 provinsi dan manca negara.

"Selain di Indonesia, juga tersebar di beberapa negara seperti Itali, Hongkong, Belanda, Republik Ceko," jelas Yamin, yang juga Ketua Yayasan Syafaatul Quran Indonesia.
(roi/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com