Salah seorang mahasiswa IAIN Jember, Maslahatun Ni'mah mengatakan, latar belakang dari kegiatan sosial itu untuk menerapkan ilmu konseling dan dituntut untuk bisa bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat.
"Selain untuk mengasah kepekaan kita kepada masyarakat sosial secara langsung, dengan berkegiatan di Lingkungan Pondok Sosial ini, kami melakukan pengabdian secara langsung, dan tidak hanya dalam bentuk ilmu pengetahuan saja, tetapi langsung dengan praktiknya," ujar Ni'mah, Jumat (9/6/2017).
Menurut dia, dengan turun langsung dalam kegiatan sosial di Liponsos Dinsos Kabupaten Jember, dirinya bisa memahami secara langsung suka duka dari para petugas liponsos dan juga memahami secara langsung dilema yang dialami para pasien yang ditampung di Liponsos.
"Saat kami tadi ikut merawat para pasien tersebut, kami sangat terenyuh, sebab hampir mayoritas para pasien penghuniLiponsos ini, adalah pasien yang ditelantarkan oleh keluarganya. Bahkan ada juga yang secara sengaja dibuang di jalan oleh keluarganya. Sedangkan mereka semua sudah berumur dan pikun, jadi sangat memprihatinkankondisinya,"ungkapnya.
Mahasiswa Jember mandikan warga Liponsos Foto: Yakub Mulyono |
Mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam ini menambahkan dengan kondisi yang memprihatinkan, secara tidak langsung menggugah sisi sosial dari dirinya sendiri dan rekan-rekannya untuk lebih memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.
"Selain itu, kami juga belajar dari para petugas di Liponsos ini. Dimana mereka (para petugas), ada yang berstatus masih pegawai kontrak, dan ada yang berstatus PNS, tetapi dengan tulus ikhlas mengabdikan diri selama bertahun-tahun untuk merawat para pasien ini. Hal itu merupakan pelajaran berharga bagi kami," tuturnya.
Sehingga dirinya bersama dengan belasan rekan-rekan mahasiswa lain, berinisiatif memberikan sebagian rezeki yang dimiliki, untuk memberikan bantuan sembako dan pakaian bekas untuk para pasien penghuni Liponsos tersebut.
"Kami berinisiatif, selain belajar langsung dan menerapkan secara langsung ilmu bimbingan konseling yang kami miliki. Kami juga sedikit memberikan sumbangan sembako, dan sejumlah pakaian bekas layak pakai, titipan dari dosen dan rekan-rekan kami di kampus," ucap/Ni'mah.
Dirinya berharap, dengan bertindak langsung ikut memandikan dan merawat para pasien di Liponsos tersebut, kepekaan sosial yang dimiliki bisa tersalurkan secara langsung.
Mahasiswa di Jember mandikan warga Liponsos Foto: Yakub Mulyono |
"Karena sesuai di ajaran Islam, bahwa kita dituntut untuk berhubungan secara langsung secara sosial kepada sesama, Hablu Minannas, selain hubungan komunikasi kita kepada Allah, Hablu Minaallah. Jadi kita harus mampu berkontribusi positif kepada masyarakat," tuturnya.
"Terkait kegiatan yang kami lakukan ini, kami mendapat informasi, dan bertindak secara langsung bersama dengan dua komunitas lain. Yakni dari Peace Leader Jember, dan Forum Save NKRI Jember," sambung Ni'mah.
Sementara salah satu staf Dinsos Kabupaten Jember, Susan Selvi Sampo mengaku jumlah pasien di Liponsos Dinsos Kabupaten Jember saat ini, ada 22 pasien. Semua didapatkan oleh petugas TRC Dinsos Jember, Satpol PP Pemkab Jember dan dari pihak Kepolisian.
"Kebanyakan pasien di sini (Liposos), yang banyak berkeliaran di jalanan Jember. Ada yang dari Jember sendiri, juga ada yang dari luar kota. Dimana hampir mayoritas semuanya itu, memiliki masalah yang sama, yakni ditelantarkan oleh keluarganya," ujar wanita yang bertugas sebagai perawat di Liponsos.
Dengan adanya perhatian khusus dari masyarakat, lanjut Susan, seperti halnya yang dilakukan oleh belasan mahasiswa yang datang ke Liponsos tersebut, menjadi sebuah dukungan psikologis dan moril bagi para pasien, dan sangat bermanfaat bagi para pasien ini.
"Kebutuhan dasar dari para pasien ini, adalah mandi, dan juga makan layaknya kita. Namun dengan adanya dukungan moril, dengan dikunjungi oleh adik-adik mahasiswa ini, menjadi sebuah semangat tersendiri bagi pasien. Sehingga kita sebagai petugas yang merawat, juga merasa terbantu. Karena kasihan mereka ini (pasien), sangat butuh dukungan moril, dan perhatian," ungkapnya.
Susan berharap, bagi keluarga dari pasien yang saat ini berada di Liponsos, untuk sedapatnya saling mengasihi, dan lebih perduli dengan keluarganya. Tidak kemudian ditelantarkan begitu saja di Liponsos.
"Sebab bagaimanapun mereka (pasien di Liponsos) adalah manusia yang juga layak untuk diperhatikan, dan mendapat kasih sayang. Jadi bagi keluarganya, kami mohon untuk dijaga, dirawat, dan jangan ditelantarkan. Selain itu juga, jangan kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal negatif seperti halnya mengemis dan menjadi gelandangan," tuturnya. (fat/fat)











































Mahasiswa Jember mandikan warga Liponsos Foto: Yakub Mulyono
Mahasiswa di Jember mandikan warga Liponsos Foto: Yakub Mulyono