"Berdasarkan data di Dinas Pertanian, ada 17 TKP mesin pompa air bantuan pemerintah yang hilang. Sementara ini baru 2 unit yang berhasil kami amankan dari tangan para pelaku. Selebihnya masih kita kembangkan," kata Kapolres Situbond, AKBP Sigit Dany Setiyono, Rabu (7/6/2017).
Selain dua mesin pompa air bantuan pemerintah yang masih baru, dari tangan para pelaku polisi juga mengamankan satu pompa air milik warga, satu unit sepeda motor hasil curian, dua buah linggis, dan satu unit mobil Toyota Calya P 1277 EE. Sigit mengemukakan, selain mesin pompa air aksi kawanan pelaku ini juga menyasar sepeda motor dan pembobolan sejumlah mini market di Situbondo.
"Di antara pelaku ini ternyata juga tercatat sebagai residivis. Tentu catatan ini nanti akan disertakan dalam berkas pemeriksaan. Sehingga akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi majelis hakim," papar AKBP Sigit.
Sebanyak 5 pelaku yang berhasil disergap itu, antara lain Sukiman (37), Misnadin (35), Pityadi (26), ketiganya warga Kecamatan Panarukan, serta Sakib (42), warga Tanggul Jember, dan Heri (26), warga Kecamatan Panji. Sementara dua penadah yang ikut digulung adalah Sanatun (38), warga Desa Tokelan, Kecamatan Panji serta Poniyadi (30), warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan.
Keterangan detikcom menyebutkan, rangkaian penangkapan komplotan pelaku ini terjadi sejak sekitar pukul 02.00 Wib dini hari tadi. Penangkapan berawal dari kecurigaan warga terhadap mobil Toyota Cayla P 1277 EE, yang lalu lalang di tempat sepi di Kecamatan Jangkar. Mendapat informasi tersebut, Unit Resmob langsung datang dan menguntit mobil tersebut.
Polisi semakin curiga karena tak jauh dari sebuah mini market di Kecamatan Jangkar, mobil yang belakangan diketahui disopiri Sukiman itu menaikkan dua pria (Sakib dan Heri) di tempat gelap. Tahu begitu, polisi pun langsung berusaha mendekat. Namun, kawanan pelaku ini malah tancap gas kabur ke arah barat. Aksi kejar-kejaran pun terjadi, sebelum akhirnya mobil pelaku berhasil dicegat di wilayah Kecamatan Arjasa. Saat digeledah, polisi menemukan 2 linggis dalam mobil pelaku.
"Ketiga pelaku mengaku saat itu mereka berencana membobol mini market. Tapi tidak sampai dilakukan, aksinya sudah dicurigai warga. Makanya mereka memlih kabur," tandas Sigit.
Dari 'nyanyian' ketiga pelaku inilah, polisi berhasil mengembangkan dengan menangkap 2 pelaku lainnya dan 2 penadah. Dalam keterangannya, kawanan pelaku ini mengaku jika aksinya sudah beberapa kali dilakukan di wilayah hukum Situbondo. Selain mesin pompa air, mereka juga terlibat curanmor dan pembobolan sejumlah mini market.
"Sekarang para pelaku masih menjalani pemeriksaan. Penyidik masih berusaha mengembangkan kasus pencurian kawanan ini," timpal Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta.
Sekedar diketahui, bantuan mesin pompa air yang disalurkan di Situbondo pada tahun 2016 lalu mencapai 72 unit. Namun tak lama berselang, sebanyak 17 unit sudah dikabarkan hilang. Padahal, anggaran pengadaan mesin pompa air itu mencapai Rp 6,8 miliar. Untuk pelaksanaannya, dalam satu titik terdapat dua pompa air dengan nilai kontrak masing-masing Rp 190 juta. Pengadaan mesin pompa air itu tersebar di 36 titik di enam kecamatan di Situbondo. (fat/fat)










































