Polisi di Trenggalek Lomba Syair Asmaul Husna dan Hadrah

Polisi di Trenggalek Lomba Syair Asmaul Husna dan Hadrah

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 05 Jun 2017 15:09 WIB
Polisi di Trenggalek Lomba Syair Asmaul Husna dan Hadrah
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Banyak cara dilakukan untuk mengisi bulan suci Ramadan. Salah satunya lomba hadrah dan membaca Asmaul Husna seperti yang dilakukan polisi di Trenggalek.

Lomba yang digelar di Masjid Polres Trenggalek diikuti puluhan polisi dari 13 polsek jajaran. Aparat yang biasanya selalu identik dengan kegiatan penegakan hukum, kini harus menunjukkan kebolehan dalam melantunkan syair Asmaul Husna dan bersaing dengan peserta lain.

Tak disangka, anggota korp baju coklat tersebut banyak yang berbakat dan memiliki suara merdu, bahkan tidak kalah dengan para peserta dari luar kepolisian.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Ricky Tri Darma, selaku ketua panitia mengatakan, khusus untuk lomba Asmaul Husna seluruh pesertanya merupakan anggota polisi, sedangkan lomba hadrah terdiri dari peserta umum.
Foto: Adhar Muttaqin

"Ini dalam rangka menyambut Hari Bahyangkara yang ke-71, sekaligus untuk mengisi bulan Ramadan. Kegiatan semacam ini sudah beberapa kali dilaksanakan Polres Trenggalek, utamanya pada saat Ramadan," kataAKP Ricky, Senin (5/6/2017).

Salah seorang peserta, Bripka Mualim mengaku telah melakukan persiapan selama sepekan bersama salah satu rekannya. Anggota Polsek Dongko tersebut mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi dalam lomba Asmaul Husna.

"Perintah untuk megikuti lomba satu minggu yang lalu dan saya langsung melakukan persiapan. Selain untuk lomba, tentunya juga bermanfaat bagi saya sendiri, karena saya berlajar menghafal Asmaul Husna," katanya.

Sementara Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman menjelaskan, dengan lomba tersebut diharapkan polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus bisa mereduksi sejumlah pendangan yang menganggap polisi adalah musuh umat Islam.

"Anggapan itu salah, polisi tidak pernah bertentangan dengan agama. Polisi tidak ada apa-apanya kalau tidak berdampingan dengan agama," katanya.

Dijelaskan oleh dia, penindakan yang dilakukan aparat kepolisian selama ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap agama, namun merupakan murni penindakan hukum terhadap oknum-oknum yang menganggu ketertiban umum dan pelanggaran hukum dengan mengatasnamakan agama. (fat/fat)
Berita Terkait