Identitas Mayat Kembang Kuning Diketahui, Diduga Bunuh Diri

Identitas Mayat Kembang Kuning Diketahui, Diduga Bunuh Diri

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 02 Jun 2017 20:45 WIB
Identitas Mayat Kembang Kuning Diketahui, Diduga Bunuh Diri
Foto: Rachman Haryanto
Surabaya - Identitas mayat pria terbakar yang ditemukan di komplek Makam Kembang Kuning terkuak. Polisi menduga bahwa pria tersebut tewas dengan motif bunuh diri.

Identitas pria itu adalah Haryo Murti Tamtama (32), warga Wonorejo IV. Kepastian identitas itu diperoleh dari mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis), sebuah alat pencocok sidik jari yang terhubung ke server e-KTP.

"Awalnya ada kakaknya bernama Agung yang melihat mayat itu, tetapi tidak yakin karena ada perbedaan dalam ciri fisik," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Jumat (2/6/2017).

Saat itu, kata Shinto, jari Haryo diselimuti jelaga hitam bekas kebakaran. Sidik jari Haryo coba diperiksa dengan Mambis meski kepastian kemungkinannya hanyalah 50 %. Dari situ keluar sebuah nama yang merupakan warga Surabaya. Namun saat didatangi, ternyata yang bersangkutan masih segar bugar.

Tim identifikasi kemudian membuat cara agar sidik jari mayat bisa diidentifikasi menggunakan Mambis. Jari tangan Haryo pun direndam selama beberapa hari. Cara itu efektif, jelaga yang menutupi sidik jari Haryo terkelupas. Dan saat diperiksa dengan Mambis, identitas Haryo keluar.

Begitu identitas sudah terkuak, polisi mencari dugaan apa motif di balik kematian Haryo. sebelumnya sudah ada analisa mengenai penyebab Haryo tewas. Haryo tewas karena asap yang masuk melalui hidung dan menyebabkan sesak hingga menewaskan Haryo.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Haryo dulu dikenal sebagai pria yang tinggi besar, sehat, dan kekar. Haryo kemudian mengidap TBC yang membuat tubuhnya mulai melemah dan kurus. Haryo dianggap depresi.

Dari depresi itulah Haryo diduga melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri. Polisi saat melakukan idnetifikasi juga tidak melihat adanya unsur pembunuhan.

"Dugaannya adalah depresi kemudian bunuh diri. Dari lokasi tidak ditemukan adanya unsur pembunuhan," tandas Shinto. (iwd/fat)
Berita Terkait