Seorang Gadis Jadi Korban Pelecehan dan Penyekapan

Seorang Gadis Jadi Korban Pelecehan dan Penyekapan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 02 Jun 2017 11:48 WIB
Seorang Gadis Jadi Korban Pelecehan dan Penyekapan
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Surabaya - Seorang gadis menjadi korban penyekapan, pengancaman dan pelecehan seksual. Pelaku mengaku sebagai polisi yang berdinas di Satnarkoba Polrestabes Surabaya. Polisi sedang memburu pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/5/2016) lalu. Tetapi peristiwa itu masih membuat korban trauma. Peristiwa itu terjadi mendadak dan begitu cepat.

"Kami sedang menangani kasus itu. Identitas pelaku telah kami kantongi," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu korban yang berboncengan motor dengan temannya sedang berhenti di pinggir jalan di kawasan Kenjeran.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping motor korban. Pria yang ada di balik kemudi lalu membentak korban dan menyuruhnya masuk mobil. Karena takut, korban menurutinya. Setelah korban masuk mobil, pria itu menyuruh teman korban untuk datang ke Polrestabes Surabaya karena dia berdinas di sana di Satuan Narkoba.

Setelah teman korban pergi, pelaku membawa korban di dalam mobilnya. Mobil itu kemudian berputar-putar. Di dalam perjalanan, pelaku meminta DY melepas baju dan celananya. Pelaku kemudian menyuruh DY melakukan apa yang diinginkan. Korban pun melakukannya karena takut.

Korban lalu diajak ke sebuah hotel di kawasan Surabaya timur. Korban dibawa ke hotel dengan kepala ditutup. Di sana, korban disuruh telanjang lagi dan disuruh menuruti keinginan pelaku. Tak sampai di situ, pelaku lalu menakuti korban.

Pelaku mengeluarkan sebuah pistol. Kepala korban ditodong menggunakan pistol itu. Sambil menodongkan pistol, pelaku memaksa korban untuk mengaku bahwa dia adalah pengguna narkoba. Korban pun mengiyakan keinginan pelaku karena benar-benar takut ditembak.

Sekitar tiga jam di dalam kamar hotel, pelaku mengajak korban meninggalkan hotel. Setelah berputar-putar, pelaku menurunkan korban di Jalan Kenjeran. Sebelum meninggalkan korban, pelaku memberi korban uang Rp 100 ribu. Dengan uang itu, korban kemudian pulang dan segera melapor ke polisi.

"Tidak ada hubungan antara korban dan pelaku. Motifnya akan diketahui setelah pelaku tertangkap," tandas Shinto. (iwd/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini