Kesepakatan bersama ini ditandatangani beberapa kepala daerah di Balai Kota Surabaya, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya ke-724, Rabu (31/5/2017).
Selain Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek beberapa pemerintah kabupaten yang menadatangani nota kesepakatan yakni Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Solok, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Rembang, Pemerintah Kabupaten Temanggung, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dalam sambutannya mengajak kepada seluruh Kepala Daerah yang hadir untuk memanfaatkan teknologi dengan baik, serta menyelesaikan permasalahan di daerah masing-masing dengan e-Goverment.
Foto: Budi Sugiharto |
Risma mengaku bisa dengan mudah mengetahui berapa berat sampah yang masuk sampai kendaraan siapa yang mengangkut. Hal ini juga terjadi pada sistem yang lain, termasuk salah satunya perizinan melalui gadgetnya.
"Dengan pemanfaatan teknologi ini, Pemkot Surabaya bisa menghemat banyak biaya rutin daerah, sehingga bisa menambah anggaran belanjanya hingga 100% tiap tahunnya," ujar Risma.
Salah satu penghematan yang dilakukan dengan pemakaian solar cell pada setiap gedung pemerintahan yang dapat menghemat biaya listrik di perkantoran. Bahkan pengeluaran biaya listrik untuk Gedung Balai Kota Surabaya, bisa dihemat Rp 3 juta tiap bulannya.
Walikota Surabaya ini mengembalikan hasil dari upaya yang dilakukan, untuk bisa memberikan sallary yang cukup, bahkan lebih bagi pegawai di lingkup Pemkot Surabaya.
Tidak mau menutupi kunci keberhasilannya, Walikota Surabaya ini justru malah berbagi pengalaman dan menyatakan siap membantu Kabupaten/Kota lainnya, demi kemajuan Bangsa ini.
Bupati Emil dan Wali Kota Risma/Foto: Budi Sugiharto |
Sementara, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak saat dikonfirmasi mengenai daerahnya menyatakan, saat ini Trenggalek harus bisa melakukan lonjakan jauh untuk dapat segera mengejar daerah lainnya.
"Efisiensi birokrasi itu menjadi sangat penting karena kita kekurangan ASN, tahun ini saja ada 200 tenaga guru yang pensiun, belum lagi yang lainnya. Harapan kami bagaimana kita mendorong pemerintahan yang lebih ramping dan lebih efisien," imbuhnya.
"Sekarang Trenggalek sudah menerapkan tekhnologi informasi. Kita sudah berhasil meyakinkan Telkom untuk mendorong adanya Broadband ke Kota Baru yang ada di wilayah paling Selatan Trenggalek. Daerah paling jauh dari ibukota sekarang sudah mendapatkan jaringan fiber optic dan sudah 4G. Nah itu sudah kita dorong sayang bila kita tidak e-goverment," jelas Emil.
"Komitmen saya kepada pimpinan Telkom saat itu kami ingin mendorong e-goverment. Sekarang ini Kota Surabaya sudah menjadi e-goverment yang sukses dikembangkan, bahkan sukses mendorong efisiensi, maka kami akan coba benar-benar, ya sudah dari pada kami susah-susah mengembangkan sendiri trial and error langsung aja kita ambil," imbuhnya.
Selain itu jelas Emil, pihaknya juga menjadi salah satu jaringan tunas integritas KPK. Sehingga dengan KPK kami ingin mendorong bukan hanya e-Goverment, melainkan juga e-Budgeting, I-Musrenbang, dengan sistem informasi bisa mendorong transparansi tata kelola pemerintahan yang baik"
"Jadi itulah sebabnya kalau dijawab dengan pendek, satu Trenggalek sudah punya infrastruktur telekomunikasi yang sangat mumpuni 4G, fiber optik sampai dengan paling Selatan di Trenggalek dan yang kedua kita ingin melakukan loncatan menggunakan sistem yang sudah berubah dengan tidak segan-segan berguru kepada daerah yang sudah sukses seperti Surabaya," tandasnya. (bdh/bdh)












































Foto: Budi Sugiharto
Bupati Emil dan Wali Kota Risma/Foto: Budi Sugiharto