Tas yang Diduga Berisi Bom di Depan Lemdikpol Diambil Pemiliknya

Tas yang Diduga Berisi Bom di Depan Lemdikpol Diambil Pemiliknya

Suparno - detikNews
Selasa, 30 Mei 2017 16:17 WIB
Tas yang Diduga Berisi Bom di Depan Lemdikpol Diambil Pemiliknya
Foto: Suparno
Sidoarjo - Pemilik tas ransel warna hitam mencurigakan diduga bom yang ditinggal begitu saja di depan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdikpol) Pusat Pendidikan Sabhara di Sidoarjo, mendatangi Polsek Porong.

Warga yang melintas kaget keberadaan tas ransel hitam, Senin (29/5) pukul 03.00 WIB langsung melapor ke petugas posko Lemdikpol dan diteruskan ke kepolisian.

Adalah Mariyanto (35), warga asal Kampung Sindangkarsa RT 04 RW 05 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos Kota Depok. Mariyanto mengambil tas di Mapolsekta Porong didampingi Imam Arifin (25), warga Desa Pekoren RT/RW 02 Kelurahan Pekoren, Kecamatan Rembang, Pasuruan.

Menurut Mariyanto, ransel warna hitam itu tertinggal berawal sepulang dari Madiun menggunakan jasa travel bersama empat temannya, Irul, Arif, Yunus dan Yakin, Minggu (28/5/2017) sekitar pukul 23.50 WIB. Setibanya di depan Pusdik Sabhara Porong, pihak jasa travel menurunkan barang bawaannya termasuk tas ransel hitam miliknya.

"Kami berlima dari Madiun kemudian turun dari mobil travel beserta barang bawaan, di depan Pusdik Sabhara Porong. Empat teman yang lain mengambil sepeda motor yang dititipkan di rumah sakit Pusdik Sabhara Porong untuk melanjutkan pulang ke Bangil. Nanum tidak sengaja tas milik saya tertinggal," kata Mariyanto kepada wartawan di Mapolsekta Porong, Selasa (30/5/2017).

Tiba di Bangil, barang bawaan teman-teman ada, namun tas miliknya tidak ada. "Kami tidak mengira kalau tertinggal di pinggir jalan depan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Polri Sabhara di Porong," tambah Mariyanto.

Dirinya sempat bingung karena di dalam tasnya berisi foto kopy ijazah, KTP, dan surat keterangan lamaran kerja yang akan dikirim ke Surabaya. Selain itu ada baju, celana dan kelengkapan mandi.

"Kami sebenarnya sempat bingung karena tas ransel itu ada pakaian, kelengkapan mandi dan lebih penting lagi ada foto kopy ijazah dan KTP serta lamaran kerja yang seharusnya aku kirim ke Surabaya," terang Mariyanto.

Namun Mariyanto dibuat setelah mengetahui ada pemberitaan ransel hitam diduga berisi bom. "Kami sempat kaget bahwa tas milik saya itu menjadi bahan berita media, akhirnya saya ambil di Mapolsekta Porong," jelasnya.

Sementara Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyanto mengaku pihaknya menemukan nomor Hp yang bisa dihubungi di dalam tas ransel itu.

"Ternyata tas ransel warna hitam ada no HP yang bisa bihubungi, namun baru hari ini yang bersangkutan mengambil tas miliknya," kata kapolsek kepada wartawan.

Dia menambahkan Mariyanto tidak mendapat sanksi hukum. Namun hanya dilakukan pembinaan dan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya. "Yang bersangkutan tidak diberi sanksi hukum hanya pembinaan dan teguran agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," jelasnya. (fat/fat)
Berita Terkait