Tiga Begal Sadis Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Tiga Begal Sadis Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Minggu, 28 Mei 2017 18:15 WIB
Tiga Begal Sadis Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur
3 begal yang tertangkap (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Tiga begal sadis diamankan Polsek Wonokromo. Dua diantaranya masih di bawah umur. Dalam aksinya, mereka tak segan melukai korbannya yang melawan.

Mereka adalah Samsul Arifin (25), warga Probolinggo yang kos di Jalan Bungusrasih, Sidoarjo; EN (16), warga Jalan Bungurasih Dalam, Sidaorjo; dan NM (16), warga Jalan Bungurasih Timur, Sidaorjo.

"Pimpinannya adalah tersangka SA (Samsul Arifin)," ujar Kapolsek Wonokromo Kompol Agus Bahari kepada wartawan, Minggu (28/5/2017).

Agus mengatakan, ketiganya dibekuk setelah beraksi membegal motor milik A Rochman (21), warga Jalan Kedurus Jagal, Surabaya di Perempatan Jalan Raya Wonokromo pada Sabtu (27/5/2017) pukul 03.00 WIB.

Saat itu korban sedang nongkrong di Taman Bungkul bersama teman-temannya. Korban kemudian pulang bersama temannya, Dany Putra (20), warga Jalan Kedurus. Tanpa disadari korban, ternyata ia dibuntuti saat berjalan pulang menggunakan motor Honda Mega Pro nopol S 6685 CJ.

Ada 16 orang yang membuntuti korban. Saat berada di perempatan Jalan Raya Wonokromo di dekat Jembatan Mayangkara, tersangka Samsul dan NM menendang dan memukul korban hingga terjatuh. Setelah terjatuh, korban masih saja dipukuli dan juga dibacok dengan parang oleh EN. Bacokan itu mengenai tangan dan punggung korban.

"Salah satu korban mengalami luka bacok cukup parah. Dan segera dilarikan ke RSI Jalan Ahmad Yani," kata Risti.

Pembegalan itu sendiri gagal karena korban berteriak dan kebetulan ada anggota Polsek Wonokromo di sekitar lokasi kejadian. Tembakan peringatan ditembakkan yang membuat kawanan begal itu lari. Namun tiga diantaranya dapat dibekuk.

Dari pengakuan mereka, aksi ini bukanlah aksi yang pertama. Mereka sudah melakukan tiga kali aksi sebelumnya. Sebelumnya, mereka telah melakukan aksi di kawasan MERR dan Menanggal. Dari ketiga tersangka, polisi menyita sebilah parang, ikat pinggang, dan tiga motor.

"Komplotan ini sebelum beraksi biasanya minum minuman keras terlebih dahulu. Dan hasilnya pun juga digunakan untuk mabuk-mabukan," tandas Risti. (iwd/gik)
Berita Terkait