Program Surabaya Tertib Ramadan Diluncurkan, Ini Tujuannya

Program Surabaya Tertib Ramadan Diluncurkan, Ini Tujuannya

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 23:09 WIB
Program Surabaya Tertib Ramadan Diluncurkan, Ini Tujuannya
Pukul bedug menandai di-launchingnya Surabaya Tertib Ramadan (Foto: Istimewa)
Surabaya - Setiap Ramadan datang, eskalasi gangguan keamanan atau kejahatan di Surabaya cenderung meningkat. Polisi tak ingin itu terjadi. Koordinasi dengan instansi lain dan terkait mutlak diperlukan untuk mengatasi gangguan keamanan tersebut.

Polrestabes Surabaya menggandeng TNI dan Pemkot Surabaya untuk secara bersama turut serta mengatasi gangguan keamanan selama Ramadan. Mereka mewujudkannya dalam Surabaya Tertib Ramadan. Koordinasi dan sinergi tiga pilar (polisi-TNI-Pemkot Surabaya) diharapkan bisa melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

"Kegiatan ini adalah kegiatan mandiri kewilayahan. Kegiatan yang bersifat pencegahan. Kegiatan terpadu untuk mencegah gangguan keamanan. Kenapa terpadu, karena keterpaduan merupakan kekuatan yang dahsyat untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Meniadakan segala gangguan keamanan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan seusai launching Surabaya Tertiba Ramadan di Ruang M Yasin Polrestabes Surabaya, Jumat (26/5/2017).

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal memberikan sambutanKapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal memberikan sambutan (Foto: Istimewa)
Iqbal mengatakan, teori saja tidak akan mampu mengatasi gangguan keamanan. Jadi, untuk konkretnya semua pihak harus turun bersama. Salah satu contohnya adalah melakukan kegiatan patroli.

"Konkretnya, kami akan turun bersama. Kita lakukan patroli, bisa jalan kaki, bisa bersepeda. Kami terus mengupayakan pencegahan gangguan keamanan," kata Iqbal.

Iqbal bahkan mewajibkan tiga pilar membuat pos terpadu. Pos itu nantinya akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pos siaga. Akan ada 23 pos terpadu yang berdiri di Surabaya selama Ramadan.

"Akan dijadikan pos sampai akhir Ramadan. Kami ingin tiga pilr ini timbul agar gangguan keamanan tenggelam. Kami akan datang duluan sebelum gangguan keamanan terjadi," tegas Iqbal.

Penyematan pita di lengan untuk masing-masing anggota tiga pilarPenyematan pita di lengan untuk masing-masing anggota tiga pilar (Foto: Istimewa)
Pemkot Surabaya melalui Asisten III Hidayat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Surabaya Tertib Ramadan ini. Hidayat ingin agar kegiatan positif ini tidak berhenti hingga Ramadan berakhir.

"Kegiatan ini mendapat restu dan dukungan bu wali kota (Tri Rismaharini). Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhentisetelah Ramadan, tetapi terus jalan setelah Ramadan," kata Hidayat.

Sementara itu, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel (Czi) Denny Herman mengatakan bahwa pada prinsipnya TNI siap untuk membantu pihak kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Denny, tiga pilar merupakan hal yang luar biasa. dari tingkat pusat hingga tingkat daerah harus bekerja maksimal dan terpadu. Masyarakat juga harus terlibat dalam arti berperan aktif untuk menginformasikan segala sesuatu di lingkungannya.

"Segera lapor bila ada hal yang mencurigakan. Tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai teror seperti yang terjadi di Jakarta, terjadi di Surabaya," kata Denny.

Koordinasi dan sinergi tiga pilar akan meniadakan gangguan keamanan selama Ramadan di SurabayaKoordinasi dan sinergi tiga pilar akan meniadakan gangguan keamanan selama Ramadan di Surabaya (Foto: Istimewa)
(iwd/fat)
Berita Terkait