DetikNews
Selasa 23 Mei 2017, 19:22 WIB

Buah Gerakan Bebas Pasung, Mantan ODGJ Lamongan Pamerkan Karyanya

Eko Sujarwo - detikNews
Buah Gerakan Bebas Pasung, Mantan ODGJ Lamongan Pamerkan Karyanya Orang dengan Gangguan Jiwa Meninjukan Karyanya/Foto: Eko Sujarwo
Lamongan - Mantan Orang dengan Gangguan Jiwa (PDGJ) juga bisa menghasilkan karya yang layak untuk dihargai. Seperti yang dilakukan oleh paguyuban mantan ODGJ di Lamongan. Mereka memamerkan hasil karya-karyanya dalam Jambore Jiwa Lamongan 2017, di Pendopo Lokatantra, Selasa (23/5/2017).

Para mantan ODGJ yang berasal dari 25 Kecamatan di Lamongan ini sudah berhasil menghasilkan beberapa produk, seperti sarung tenun, kerajinan tangan dari bambu, minuman segar, kopiah, kaca mata, dan tas dari bahan daur ulang.

Para mantan ODGJ ini berkarya setelah sebelumnya terbebas dari pasung. Dari data yang berhasil dihimpun, mereka ada puluhan orang dari total 190 ODGJ yang telah terbebas dari pasung.

Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan, hasil karya para mantan ODGJ ini sudah layak untuk diperjualbelikan. Sehingga Fadeli meminta agar para mantan ODGJ ini diberdayakan dengan memberi pekerjaan-pekerjaan.

Fadeli meminta agar petugas terus jemput bola sampai ke tingkat bawah. Bahkan, Fadeli juga menjanjikan siap untuk mengucurkan modal untuk mengembangkan karya para mantan ODGJ ini.

"Kalau sudah bebas pasung, konsekuensinya mereka mau diapakan," katanya.

Usai melihat-lihat hasil karya mantan ODGJ dan memborong sejumlah karya kerajinan tangan mereka, Fadeli pun lantas menjajal potong rambut ke salah satu mantan ODGJ.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat menyebut, mantan ODGJ ini sudah tak lagi menjadi beban keluarganya, justru sebaliknya. Mereka bisa membantu perekonomian keluarganya karena sudah memiliki keahlian dalam kerajinan tangan.

Menurut Taufik, Lamongan sudah sejak lama mencanangkan bebas pasung dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada mantan ODGJ ini. "Mereka harus bebas pasung, mereka harus menjadi sehat dan produktif. Orientasi kita adalah bebas dari pasung menjadi beruntung," katanya.

Di sisi lain, petugas pendamping pasung Provinsi Jawa Timur, Rozim, mengatakan setelah bebas pasung, mantan ODGJ ini membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa berkarya. Lebih lanjut, ia mengaku beberapa ODGJ yang berkarya, di antaranya berasal dari Kecamatan Glagah 5 orang, Laren 7 orang. :Kalau total ada puluhan lah jumlahnya," tuturnya.

Rozim menambahkan, hasil karya tangan para ODGJ ini telah dipasarkan di sejumlah daerah di wilayah Lamongan. Namun, sayangnya, mereka terkendala dengan modal.

Selain itu, para mantan ODGJ ini juga masih memasarkan sendiri hasil kerajinan mereka karena para pendamping belum menemukan pihak-pihak yang mau menampung karya mereka.

"Ini hasil produk di pasarkan di lokal sendiri. Karena kita belum menemukan yang mau menampung karya mereka yang mantan ODGJ. Kendala utamanya adalah permodalan," ujarnya.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed