"Yang jalur utara mulai dari Jakarta-Cirebon-Semarang-kemudian ke sini (Surabaya). Kalau jalur selatan berangkat dari Bandung. Inspeksi dilakukan bersamaan," ujar Edi kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Selasa (23/5/2017).
Secara menyeluruh, kata Edi, hasil inspeksi telah menunjukkan kesiapan daop-daop menyambut arus lebaran. Namun ada catatan yang ditemukan Edi dalam inspeksi tersebut.
Catatan tersebut adalah kemungkinan adanya dua gangguan yakni gangguan alam dan non alam. Gangguan alam sudah pasti berbentuk longsor dan banjir. Sementara gangguan non alam bisa berupa pelemparan batu atau orang yang meletakkan batu di rel kereta yang bisa mengakibatkan kereta anjlok.
"Kalau pelemparan ini hanya pada titik tertentu. Namun titik itu semakin berkurang. Kalau . orang yang meletakkan batu itu pekerjaan orang iseng. Iseng tapi membahayakan. Daop yag ada potensi gangguan itu harus waspada," lanjut Edi.
Edi juga meletakkan catatan pada perlintasan sebidang. Untuk itu, pihaknya sudah memerintahkan tenaga ekstra untuk menjaga baik perlintasan sebidang dan tak sebidang. Edi meminta agar semua petugas PT KAI siap untuk menyambut arus lebaran demi kelancaran arus mudik dan balik.
Edi meminta itu karena pada tahun ini, jumlah penumpang kereta api diperkirakan meningkat sebanyak 5 %. Tahun lalu jumlah penumpang berjumlah 217 ribu per hari. Untuk tahun ini diperkirakan jumlah penumpang meningkat menjadi 228 ribu per hari.
"Arus lebaran ini dimulai pada H-10 sampai dengan H+10 atau tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan 6 Juli 2017," tandas Edi. (iwd/bdh)











































