DetikNews
Selasa 23 Mei 2017, 14:51 WIB

Festival Film Cannes, Sineas Tertarik Keelokan Ijen Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Festival Film Cannes, Sineas Tertarik Keelokan Ijen Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Banyuwangi telah dipilih Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai salah satu lokasi syuting yang potensial di Indonesia yang dipromosikan pada Festival Film Cannes 2017, Perancis. Kesempatan emas ini digunakan Banyuwangi untuk mempromosikan kekayaan daerahnya kepada sineas dunia di festival film yang digelar dari 17-28 Mei 2017.

Dengan menyewa paviliun seluas 50 meter persegi yang berlokasi di Village International Pantiero 224 sebagai country booth, Bekraf memamerkan enam program perfilman Indonesia. Di paviliun ini juga, delegasi Indonesia termasuk Banyuwangi mempromosikan bersama potensi daerahnya. Banyuwangi mengirimkan satu delegasinya, Aekanu Haryono, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Menurut Aekanu, sejumlah sineas internasional pun mengaku tertarik dengan keindahan alam Banyuwangi. Rata-rata mereka tertarik dengan keelokan Gunung Ijen. seperti yang dilontarkan Programme Advisor BFI London Film Festival, Keith Shiri yang mengaku tertarik dengan Kawah Ijen.

"Selain Keith, banyak sineas yang ingin tahu lebih lanjut tentang Banyuwangi. Ada Chriss Robb dari trips witch productions, lalu ada Birgitta Liljedahl senior screen writer asal Swedia. Setelah kami terangkan singkat, mereka banyak yang langsung meminta buku Exploring Banyuwangi," kata Aekanu saat dihubungi detikcom, Selasa (23/5/2017).

Menurut Aekanu, ketertarikan para sineas ini lantaran landscape Banyuwangi yang menyajikan wilayah pegunungan dan pantai. Selain itu, imbuh dia, mereka juga tertarik dengan cara berpakaiannya yang mengenakan pakaian khas Using Banyuwangi lengkap dengan udeng (penutup kepala-red).

"You are the most friendly teams among the others," kata Aekanu menirukan pujian dari praktisi film asal Paris Perancis, Lionel Yoppa.

Bekraf mempromosikan enam program perfilman Indonesia yaitu investment, location, film project, intellectual property, film, dan festival. Tahun ini untuk pertama kalinya pemerintah agresif melakukan pemasaran. Untuk pertama kalinya juga paviliun Indonesia mempromosikan tidak hanya film, namun daerah di Indonesia yang kami nilai sangat berpotensi untuk menjadi lokasi sineas dunia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sangat mengapresiasi cara baru pemerintah dalam mempromosikan Indonesia. Antara lain dengan menawarkan Indonesia sebagai lokasi suting film. Cara ini terbukti mampu menyedot banyak kunjungan wisata sebagaimana yang terjadi di banyak negara Asia.

"Kita bisa melihat beberapa film Hollywood yang mengambil latar di beberapa negara Asia mampu menjadi promosi pariwisata yang sangat efektif bagi negara. Di Indonesia, Ubud, Bali juga langsung melejit setelah menjadi lokasi syuting film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Begitu juga dengan film nasional, dampaknya juga cukup kuat. Seperti munculnya paket wisata Ada Apa Dengan Cinta di Yogyakarta setelah jadi lokasi syuting Dian Sastro dan Nicholas Saputra di film AADC," kata Anas.

Anas pun menganggap kesempatan ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata daerah. Apalagi tempat promosinya tidak main-main, di festival film paling bergengsi dunia, yaitu Festival Film Cannes yang sudah digelar sejak 1946. Festival itu menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha film dunia, produser, sutradara, sampai pemain film tersohor.

"Ini adalah sebuah peluang yang menjanjikan. Pesona alam dan kekayaan budaya Banyuwangi akan dipromosikan. Untuk itu, kami kirim delegasi khusus bersama dengan rombongan Bekraf," jelas Anas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed