"Kami akui ada hal-hal yang perlu dibenahi dari sisi pengelolaan infrastruktur jalan dan jembatan di Trenggalek dan makanya saya datang langsung untuk memahami apa saja kendala itu," katanya, Senin (22/5/2017).
Menurutnya, dari hasil inventarisir, beberapa persoalan yang ada di dinas PUPR adalah jumlah personel yang kurang memadai, operasional, peralatan, serta koordinasi. Dijelaskan, di Dinas PUPR Trenggalek saat ini hanya memiliki 16 tenaga ahli yang berkualifikasi teknik sipil, padahal idealnya minimal 35 orang.
"Personelnya harus memadai, dari kompetensi maupun kuantitas. Makanya akan diusulkan 35 orang," katanya.
Emil menambahkan, saat ini dinas yang menangani infrastruktur jalan maupun jembatan tersebut juga memiliki kekurangan sejumlah peralatan untuk menunjang pemeliharaan maupun peningkatan jalan.
"Kami tidak punya alat untuk melubangi jalan, jadi harus manual, kemudian stamper untuk memadatkan tanah juga kurang, mesin gilas juga," imbuh orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini.
Dalam evaluasi tersebut Bupati Emil juga mencermati efektifitas kinerja para pekarya jalan, yang ditugaskan untuk melakukan perawatan dan pengamatan jalan kabupaten sepanjang 930 kilometer.
"Kita lihat perlu sistem yang lebih baik, ada sebagian yang memang sudah kelihatan kinerja nya tapi tidak sedikit juga yang masih dipertanyakan," ujarnya.
Terkait sejumlah persoalan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan para pejabat di dinas PUPR untuk segera mencari jalan keluar. Bupati juga berencana akan memenuhi kekurangan peralatan, sehingga mampu menunjang kinerja untuk proses pemeliharaan maupun peningkatan jalan di wilayahnya.
Dijelaskan, saat ini kondisi cuaca di Trenggalek mulai memasuki musim kemarau, sehingga tepat untuk dilakukan proses perbaikan maupun perawatan jalan. Pemerintah berjanji akan segera menyelesaikan proses lelang pengadaan barang dan jasa di dinas PUPR, sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan.
"Ada 930 kilometer jalan kabupaten, tapi kenyataannya menurut survei sebenarnya yang masih fungsional dan memang dibutuhkan masyarakat itu 700an km. Di luar itu kita banyak menangani jalan-jalan yang secara status belum jalan kabupaten tapi dia dia strategis juga," ujarnya.
Terkait perawatan dan perbaikan, pemerintah akan memperioritaskan jalan yang memiliki fungsi penting bagi akses perekonomian masyarakat, cara tersebut dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
"Saat ini kami kerjasama dengan Universitas Brawijaya untuk pendataan ulang jalan kabupaten. Sehingga kita bisa fokus, karena kalau anggaran tidak ada strukturnya jadi ruwet nanti dan kinerja kami bisa tidak sesuai dengan RPJMD," jelasnya.
Emil Dardak optimistis, tahun ini progres pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan di Trenggalek akan lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah kerusakan jalan kini juga mulai ditangani secara intensif, mulai dari jalan antar desa maupun antar kecamatan. (bdh/bdh)










































