DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 21:28 WIB

7 'Tikus' Raskin Bulog Situbondo Diamankan Polisi

Ghazali Dasuqi - detikNews
7 Tikus Raskin Bulog Situbondo Diamankan Polisi 7 orang pekerja gudang Bulog diamankan polisi/Foto: Ghazali Basuki
Situbondo - Sering berkurangnya jatah beras bantuan untuk warga miskin (raskin) di Situbondo, bukan isapan jempol. Sebanyak 7 orang pekerja gudang Bulog Kecamatan Arjasa, diamankan Unit Resmob ke Mapolres Situbondo, Jumat (19/5/2017) malam. Mereka terindikasi melakukan pencurian beras bantuan untuk warga miskin (raskin).

Untuk menyamarkan aksinya, pencurian dilakukan ketujuh pekerja di atas truk, saat melakukan pendistribusian raskin ke desa. Caranya dengan menusuk tiap karung raskin, dan mengurangi isinya hingga 2 kg tiap karung.

Dari tangan ketujuh pelaku ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit truk P 9962 AB, raskin hasil curian diperkirakan seberat 500 kg, dua buah pipa alat tusuk, dan sejumlah HP.

"Ada 7 orang yang diamankan karena diduga melakukan pencurian beras untuk warga miskin. Sekarang mereka masih menjalani pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta.

Ketujuh pekerja yang diamankan, antara lain berinisial TH (33); BS (40); SL (46); AM (65); DN (26), kelimanya warga Kecamatan Arjasa. Dua lainnya, AH (55), warga Kecamatan Kapongan, dan sopir truk, FT (46), warga Kecamatan Panji.

Keterangan detikcom menyebutkan, aksi ketujuh pekerja menggasak raskin ini ditengarai sudah berlangsung cukup lama, sekitar 4 hingga 5 tahunan. Mereka seringkali mengentit jatah raskin, karena berdalih honor yang diterimanya tidak mampu mencukupi kebutuhan.

Bahkan, dalam sebulan mereka bisa melancarkan aksinya hingga 10 kali. Tak tanggung-tanggung, sekali beraksi para pelaku ini bisa menggasak jatah raskin hingga 500 kg.

"Kami melakukan begini mulai tahun 2013. Kami terpaksa begini karena honor kami tidak cukup untuk kebutuhan. Tiap karung dikurangi sekitar 2 kg, kadang tidak sampai. Berasnya kami jual Rp 5.500 per kg. Hasil penjualannya dibagi-bagi," ujar TH (33), salah satu pelaku yang diamankan.

Aksi pencurian ini terungkap, setelah polisi menerima banyak pengaduan warga terkait berkurangnya jatah raskin yang diterima. Kurangnya raskin juga dinilai tidak wajar, karena bisa mencapai lebih dari 2 kg per karung. Mendengar itu, Unit Resmob pimpinan Bripka Hudoyo pun melakukan penyelidikan.

Puncaknya terjadi saat anggota Resmob memergoki truk yang kendarai para pelaku, petang tadi. Ketika itu, truk yang disopiri FT (46), baru saja mendistribusikan raskin ke sebuah desa di Kecamatan Banyuputih. Polisi pun langsung mencegatnya di jalan raya pantura Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar.

Benar saja, saat digeledah polisi mendapati banyak beras di bak truk. Curiga itu hasil curian, polisi pun langsung membawa truk bersama ketujuh pekerja yang ada di truk itu ke Mapolres Situbondo.

"Yang pasti kasus dugaan pencurian raskin ini sekarang masih didalami. Sabar dulu, ditunggu saja hasilnya nanti," tandas I Gede Lila Buana Arta.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed