DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 13:49 WIB

Bupati Malang Imbau Aturan Lelang Ditaati

Muhammad Aminudin - detikNews
Bupati Malang Imbau Aturan Lelang Ditaati Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Dugaan rekayasa lelang pengadaan fasilitas bawang merah senilai Rp 4,7 miliar oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan mendapat perhatian serius Bupati Malang Rendra Kresna.

Bupati meminta aturan lelang ditaati. "Seharusnya masalah-masalah seperti ini bisa dihindari, kalau semua aturan ditaati," kata Rendra kepada wartawan, Kamis (18/5/2017).

Masih, kata Rendra, proses lelang memiliki aturan cukup ketat. Dengan aturan main yang dijalankan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

"Pasti ada aturan yang harus dipenuhi, saya tidak masuk kesana. Sepanjang SKPD-nya atau PPK-nya menjalankan atau membuat aturan main dan kemudian dilakukan proses lelang dengan baik dan benar. Maka tinggal mempertanyakan apa diperbolehkan atau tidak," sebut Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur ini.

Rendra turut menanggapi soal dilakukan tender ulang. Menurut dia, agar dilihat dulu, apa benar menyalahi aturan dalam proses lelangnya. "Saya tidak bicara retender atau lelang ulang. Tetapi sepanjang diperbolehkan dalam aturan, ya sah-sah saja," tutup Rendra.

CV Kinara Jaya Abadi memenangkan tender pengadaan fasilitas bawang merah senilai Rp 4,7 miliar tahun 2016 lalu, CV beralamatkan di Dusun/Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ini juga memenangkan lelang bantuan kepada petani bawang merah senilai Rp 1,1 miliar.

Hari ini, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Malang memunculkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) CV Kinara Jaya Abadi dengan skala menengah diterbitkan pada 12 April 2017. Sebelumnya, SIUP skala kecil diberikan saat dikonfirmasi detik.com beberapa waktu lalu.

"Itu SIUP-nya pake yang menengah," kata Sekretaris ULP Pemkab Malang Dwi Siswahyudi dikonfirmasi terpisah.

Ada beragam fasilitas yang dibutuhkan dalam pengadaan. Pertama kebutuhan pupuk organik sebanyak 480.000 kg, agen hayati 1.800 liter dan pupuk hayati majemuk sebanyak 1.680 liter. Untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 120 hektare yang terbagi menjadi dua bagian, yakni 96 hektare bagi 12 kelompok tani penerima bantuan.

Yang tersebar di 9 kecamatan, yaitu Kepanjen, Pujon, Dau, Karangploso, Turen, Wonosari, Sumberpucung, Ngajum, serta Ngantang dengan masa tanam mulai Mei-Juni 2017 ini. Sisanya, adalah 24 hektare kawasan bawang merah untuk dua kelompok tani di Kecamatan Dau dan Sumberpucung dengan masa tanam Maret 2017 lalu. Jadi sesuai kuota bantuan sebanyak 120 hektare.

Dari penelusuran detikcom melihat petunjuk teknis (Juknis) Dirjen Hortikultura tahun 2017 tentang Pengelolaan dan Penyaluran bantuan pemerintah dari website resmi Direktorat Jenderal Hortikultura, anggaran berasal dari dana dekosentrasi untuk Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Produk Hortikultura.

Program ini untuk mendukung stabilnya produksi komoditas tahun 2017, untuk bawang merah sebesar 1,3 juta ton. Dengan luas kawasan bawang merah sebesar 40 juta hektare, ada sejumlah pilihan komponen bantuan seperti pupuk organik anorganik, benih, kapur pertanian, bahan pengendali ramah lingkungan, atau pilihan lain menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kelompok tani penerima bantuan.

Penerima bantuan ini diberikan kepada 142 kabupaten penerima bantuan dari 32 propinsi, Jawa Timur ada enam kabupaten, yakni Malang, Bojonegoro, Probolinggo, Sumenep, Nganjuk, dan Bondowoso. Kabupaten Malang mendapatkan peningkatan kawasan bawang merah seluas 120 hektare.

Kelompok tani yang menerima bantuan sudah terdaftar dan menandatangani MoU sebagai petani Champion dengan Dirjen Hortikultura serta memiliki komitmen pengembangan kawasan komoditas bawang merah.

Pengadaan fasilitas bawang merah oleh Distabun Kabupaten Malang diduga sarat rekayasa dengan memenangkan CV Kinara Jaya Abadi dengan nilai Rp 4,7 miliar. Lelang ini mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kabupaten Malang serta diselidiki Tim Saber Pungli dan Tindak Pidana Korupsi Polres Malang.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed