Ini Pernyataan Gubernur Soekarwo agar Masyarakat Jatim Jaga NKRI

Ini Pernyataan Gubernur Soekarwo agar Masyarakat Jatim Jaga NKRI

Suparno - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 14:12 WIB
Ini Pernyataan Gubernur Soekarwo agar Masyarakat Jatim Jaga NKRI
Gubernur Jatim mMinta Masyarakat Jaga NKRI/Foto: Suparno
Sidoarjo - Tiga pucuk Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menyatakan sikap akan memerangi segala bentuk ucapan maupun tindakan untuk memecah belah NKRI.

TNI-Polri juga tidak akan segan-segan menindak tegas bagi siapapun yang mencoba untuk memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Pangdam V Brawijaya Majen Kuswanto dan Kapolda Jatim Irjenpol Mahfud Arifin di halaman Hotel Utami di Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Rabu (17/5/2017).

"Kami seluruh Forkopimda Jawa Timur sepakat akan memerangi segala bentuk ucapan maupun tindakan yang akan memecah belah bangsa," kata Soekarwo.

Soekarwo yang akrab di panggil Pakde Karwo menerangkan, pernyataan sikap ini berkaitan dengan tindak lanjut kebijakan Presiden Joko Widodo dalam menyikapi situasi terakhir di Negeri ini. Begitu juga di Jawa Timur.

"Menindaklanjuti itu, pihaknya akan menindak tegas bagi siapa saja yang akan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa maupun NKRI," terang Soekarwo.

Berikut isi pernyataan Sikap Forkopimda Jawa Timur yang dibacakan Gubernur Jatim Soekarwo"

1. Tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan, tindakan yang menggangu satu persatuan dan persaudaraan, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan yang tidak tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945

2. Melakukan tindakan hukum tegas kepada kelompok maupun individu yang berusaha memecah bangsa

3. Mendorong semua kekuatan element masyarakat untuk melawan pemecah belah bangsa

4. Memperkuat persatuan dan persatuan untuk menangkal segala bentuk provokasi

5. TNI-Polri akan meningkatkan bentuk pengawasan demi rasa keamanan khususnya, di Jawa Timur

Pakde Karwo menambahkan, Forkopimda Jawa Timur akan terus mengawal perintah Presiden dengan khas Jawa Timur. Yakni dengan cara Persuasif maupun dialog. Namun hal itu tidak mengurangi ketegasan kita dalam melakukan tindakan bagi siapa pun yang mencoba memecah belah itu. (bdh/bdh)
Berita Terkait