Pos kamling yang berada di sudut jalan kampung itu diubah menjadi tempat baca. Deretan buku tertata rapi, anak-anak menjadikan halaman depan pos sebagai area bermain tradisional, seperti gobak sodor, dakon, dan kelereng.
Adalah Sutikno (40), salah satu warga di kampung tersebut. Sudah hampir tiga bulan, pria lulusan sekolah dasar itu mendirikan Kampung Literasi. Ide tersebut berjalan secara swadaya, dan kini menjadi jujukan anak-anak.
Awal mula Sutikno mengubah wajah pos kamling itu karena sudah lama pos tersebut tidak dipergunakan. Kiprah Sutikno mendapat apresiasi warga, hingga turut bergotong royong menjadikannya sebagai perpustakaan.
Foto: Muhammad Aminudin |
Jalan kampung ikut diwarna, membuat suasana makin ceria untuk bermain anak-anak. Berkat Sutikno juga, pos kamling memiliki fungsi ganda, selain sebagai pos keamanan juga area bermain anak-anak dan perpustakaan.
Sudah ada 150 lebih buku yang menjadi koleksi di pos kamling itu, beragam buku-buku itu berasal dari swadaya warga dan Sutikno sendiri selaku penggagas kampung literasi.
"Sekarang anak-anak bisa bermain dan belajar," ucap Sutikno kepada detikcom, Selasa (16/5/2017).
Pria kelahiran Blitar ini memandang pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Menurut dia, budaya membaca jangan pernah surut, ditanamkan sejak usia dini hingga menjadi kebiasaan saat besar kelak.
"Bicara pendidikan, saya hanya tahunya membaca. Jangan sampai mereka (anak-anak) seperti saya, hanya bisa bersekolah sampai SD," kata bapak dua anak ini.
Melihat perilaku anak-anak sekarang, Sutikno mengaku prihatin. Agar orang tua tidak khawatir lagi, kebiasaan itu bisa dihentikan dengan adanya tempat membaca dan bermain tidak jauh dari tempat tinggalnya. "Kalau bermain dan belajar, tidak jauh lagi sekarang," ujarnya.
Foto: Muhammad Aminudin |
Usai pulang sekolah, banyak anak-anak berdatangan ke pos kamling sudah disulap menjadi perpustakaan itu. Sutikno pun mendampingi anak-anak, selama belajar dan bermain.
"Kalau ada waktu, saya selalu sempatkan dampingi anak-anak," ujar pria seharinya bekerja sebagai pengantar air isi ulang ini.
Sutikno berharap, kedepan akan ada pelatihan ketrampilan bagi anak-anak, seperti melukis, menari, dan ketrampilan berbahasa asing.
Kiprah Sutikno telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dam Reformasi Birokrasi, serta mahasiswa asing dari IKIP Budi Utomo, dalam membangun kreatifitas anak-anak. (bdh/bdh)












































Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin