Persiapan itu dicek oleh anggota komisi VI DPR RI Bambang Harjo Soekartono yang mendatangi Stasiun Gubeng. Bambang berpendapat bahwa persiapan angkutan lebaran di Daops 8 sudah siap.
"Saya ke sini untuk meyakinkan secara korporasi meliputi SDM, alat produksi, termasuk infrastruktur yang disiapkan. Persiapannya lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Bambang Harjo kepada wartawan, Senin (15/5/2017).
Bambang mengatakan, untuk lebaran tahun ini, Daop 8 menargetkan 44 ribu penumpang yang dapat terangkut. Jumlah penumpang ini mengalami kenaikan 4 % dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 ribu penumpang.
Untuk rangkaian kereta, Daop 8 telah menyiapkan 86 rangkaian yang berarti ada 86 lokomotif yang telah disiapkan. Meski sudah ada lokomotif sebanyak itu, tetapi masih ada lokomotif cadangan yang bisa digunakan bila ada kerusakan pada lokomotif yang ada.
Foto: Imam Wahyudiyanta |
"Ada 3 lokomotif cadangan," kata Bambang.
Tetapi persiapan alat produksi tersebut belum final. Masih ada 31 gerbong yang masih mendapatkan perbaikan dan perawatan di Balai Yasa. Dijadwalkan puluhan gerbong itu paling lambat harus keluar pada tanggal 10 Juni 2017 karena angkutan lebaran dimulai pada tanggal itu atau H-15.
"Angkutan lebaran dimulai pada H-15 hingga H+10," lanjut Bambang.
Untuk mudik bareng, Daop 8 juga sudah ada persiapan. Ada enam kereta mudik gratis yang disiapkan untuk mudik bareng. Untuk jalur utara disiapkan 424 seat, jalur tengah dan selatan masing-masing 212 seat.
"Semoga untuk mudik barengnya bisa maksimal. Sosialisasinya yang baik," tandas Bambang.
Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya Andhika Tri Putranto mengatakan bahwa untuk keselamatan perjalanan, pihaknya sudah menyiapkan tenaga ekstra.
"Pintu perlintasan dan jalur rawan ada tenaga ekstranya. Ada pengamanan jalur sendiri," kata Andhika. (iwd/fat)











































Foto: Imam Wahyudiyanta