"Saya ingin warga di sini bergerak. Silahkan produk apapun ditaruh di sini (DS Point). Semua gratis, kami tidak ingin mengambil untung. Nanti akan ada SPG (sales promotion girl), kami yang bayar pakai APBD," kata Wali Kota Risma usai melaunching DS Point di Gang Lebar B No 27, kawasan Jarak-Dolly, Kecamatan Sawahan, Sabtu (13/5/2017).
Pemkot Surabaya tidak ingin apa-apa atau keuntungan. Kata Risma, pihaknya hanya menginginkan warga di eks Lokalisasi Dolly dan Jarak bisa sejahtera. Kehadiran DS Point ini, juga diharapkan menggerakkan roda perekonomian warga.
Foto: Rois Jajeli |
"Tujuan kami menutup (Lokalisasi Dolly dan Jarak), bagaimana akses ekonomi tetap berjalan tapi tidak menghancurkan, khususnya anak-anak. Warga bisa sejahtera, tanpa dirugikan, khususnya anak-anak," harapnya.
Risma mencontohkan, anak jalanan maupun anak bermasalah di Surabaya yang ditampung di shelter-yang dikelola Pemkot Surabaya. Kini bisa menggapai prestasi dan bekerja.
"Saya punya mimpi ingin anak-anak di sini berguna bagi bangsa dan negara. Anak-anak di sini tidak hanya bisa menjadi wali kota. Tapi juga bisa menjadi gubernur, menteri atau presiden," ujarnya.
Foto: Rois Jajeli |
Kegiatan Dolly Saiki Fest 2017 ini berlangsung selama 3 bulan mulai 13 Mei-16 Juli, ini digelar komunitas BicaraSurabaya, Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya.
Dolly Saiki Fest yang ditandai dengan launching DS Point, dihadiri Wali Kota Surabaya serta Sekkota dan seluruh asisten serta beberapa kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah), Kapolretabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, Dandim Surabaya Timur Letkol Inf Dodiet Lumwartono.
Dalam acara tersebut, Risma mengucapkan terima kasih kepada komunitas BicaraSurabaya.
"Terima kasih kepada komunitas BicaraSurabaya yang menginisiasi. Ini anak-anak muda semua. Sekkota menambahin, saya bagian meresmikan," ujarnya.
Foto: Rois Jajeli |
Ia mengatakan, kegiatan Dolly Saiki Fest akan digelar rutin setiap bulan. "Saya ingin sampaikan, ke depan kegiatan ini rutin per bulan. Ada bazar, ada night run, banyak kegiatannya," jelasnya.
Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal menambahkan, dirinya pernah bertugas di Kota Surabaya sejak Tahun 2005. Dirinya mengetahui, bagaimana kondisi Dolly dan Jarak waktu itu. Kemudian Pemkot Surabaya menutup lokalisasi tersebut sekitar empat tahun lalu.
Dengan adanya kegiatan Dolly Saiki Fest, diharapkan semua pihak seperti dari kepolisian, TNI (AD) dan masyarakat dapat mengambil sisi positifnya. Polri dan TNI berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarat. Sedangkan masyarakat, roda ekonominya bisa bergerak.
Foto: Rois Jajeli |
"Wilayah ini dulu seperti apa. Sekarang auranya sudah berbeda. Insyaallah sangat positif," kata Kombes Pol M Iqbal.
Katanya, kegiatan Dolly Saiki fest ini sangat luar biasa. Semua aspek dapat dijadikan perekat untuk lebih maju dalam rangka pembangunan Kota Surabaya.
"Acara penguatan (Dolly Saiki Fest) ini kita sangat mendukung. Terima kasih kepada komunitas BicaraSurabaya dan kami sangat mendukungnya," tandasnya.
Foto: Rois Jajeli |
Foto: Rois Jajeli |












































Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli