"Kami terus berusaha maksimal untuk melakukan pengungkapan secepatnya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal di sela launching Dolly Saiki Point di Gang Lebar B No 27-kawasan Dolly, Sabtu (13/5/2017).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menambahkan, hingga saat ini, 5 orang dimintai keterangan sebagai saksi.
"Ada 5 saksi yang di-BAP (Berita acara pemeriksaan)," kata Shinto.
Saksi yang dimintai keterangan kasus perampokan tersebut yakni para pekerja yang bekerja di usaha dagang milik korban. "Saksi yang di-BAP dari pihak pekerja di toko tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, pasangan suami istri yang tinggal di Perumahan Babatan Pantai, Kenjeran, Surabaya, Go Hong Bun alias Awen (42) dan Lily Suryani (43) menjadi korban pembacokan perampok.
Kedua korban menutup toko dan hendak pulang ke rumahnya. Saat mereka masuk mobil, empat orang saling berboncengan naik motor mendekatinya. Salah satu pelaku menghampiri Lily dan langsung membacoknya agar bisa merampas tas yang dibawanya.
Awen pun berusaha menolong istrinya. Namun, pelaku lainnya langsung membacoknya, mengenai kedua lengan hingga nyaris putus. Setelah berhasil memperdayai kedua korban, pelaku membawa kabur tas berisikan Rp 50 juta.
Warga pun membawa kedua korban ke rumah sakit dr Soewandhi. Sayangnya, Awan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan istrinya, masih menjalani perawatan karena mengalami luka bacok. (roi/fat)










































