Risma Dorong Permainan Tradisional Anak Dihidupkan Kembali

Risma Dorong Permainan Tradisional Anak Dihidupkan Kembali

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 11 Mei 2017 13:42 WIB
Risma Dorong Permainan Tradisional Anak Dihidupkan Kembali
Wali Kota Risma saat hadir di raker FORMI/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendorong permainan tradisional anak-anak yang saat ini mulai 'tenggelam' dengan permainan modern, digalakkan kembali. Bahkan, dirinya siap mengeluarkan surat edaran, agar permainan anak-anak yang memiliki nilai olahraga dan mengasak otak juga dikembangkan di sekolah-sekolah.

Hal itu disampaikan Risma saat membuka Rapat kerja Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Surabaya di ruang Graha Sawunggaling, komplek Pemkot Surabaya, Jalan Jimerto, Kamis (11/5/2017).

"FORMI di kecamatan-kecamatan juga ikut bergerak. Saya siap membuat surat edaran (SE) untuk sekolah-sekolah mulai dari PAUD, TK sampai sekolah dasar," kata Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menceritakan, permainan tradisional dinilai ada unsur olahraga serta rekreasi, memiliki manfaat untuk mengasah otak kanan dan kiri bagi tumbuh kembang anak-anak.
Foto: Rois Jajeli

"Olahraga tradisional mulai dakon, gobaksodor, tengkel, egrang itu bagus. Permainan Egrang itu bagus bagi anak-anak untuk melatih keseimbangan. Kalau ada yang mengatakan (permainan olahraga tradisional) itu kuno, biarkan saja. Daripada anak kita duduk main playstation sambil ngemil (makan makanan ringan) bisa gembrot," tuturnya.

Katanya, olahraga tradisional anak-anak itu cukup bagus untuk perkembangan otak anak-anak. Bahkan, permainan tradisional ini juga membuat heran orang asing yang melihatnya.

"Saya senang kalau ada anak-anak main olahraga tradisional. Orang asing saja heran melihatnya. Jadi, hidupkan terus olahraga tradisional mulai dakon, gobak sodor, tengkle, egrang. Tengkle kalau dilakukan anak-anak, juga ikut membantu kecerdasan otak," tandasnya. (roi/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini