DetikNews
Rabu 10 Mei 2017, 13:00 WIB

Banyuwangi Galakkan Budidaya Ikan Air Tawar dengan Kolam Terpal

Ardian Fanani - detikNews
Banyuwangi Galakkan Budidaya Ikan Air Tawar dengan Kolam Terpal Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Setelah sukses dengan program 10.000 kolam ikan, Banyuwangi kini mencanangkan 100.000 kolam ikan. Budidaya ikan air tawar di Banyuwangi terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Saat ini sedang digalakkan pembuatan kolam ikan dengan menggunakan terpal. Beberapa kelompok saat ini telah menuai hasil dari kegiatan budidaya ikan air tawar ini.

Salah satunya adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdadan) Bayu Pamili, Desa Sragi Kecamatan Songgon Banyuwangi. Mereka memanfaatkan lahan kosong dibelakang rumah berukuran 20x10 meter. Mereka kemudian membuat kolam yang terbuat dari terpal berukuran tiga meter dengan kedalaman 1,5 meter.

"Ada sekitar 20 kolam yang kita isi dengan ikan lele dumbo. Masing-masing kolam kita isi sekitar 9 ribu bibit ikan," ujar Sunardi, salah satu anggota Pokdadan Bayu Pamili kepada detikcom, Rabu (9/5/2017).

Menurutnya, dengan menggunakan media terpal lebih murah dibandingkan membuat kolam permanen. Untuk biaya, masing-masing kolam terpal membutuhkan biaya tidak lebih dari Rp 5 juta. Sementara untuk pakan, pihaknya menggunakan sistem bioflok. Sistem ini merupakan budidaya ikan lele melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikro organisme. Proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami.

"Dengan sistem bioflok ini pembudidayaan lebih murah. Kita juga di bantu oleh Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi dan CSR dari perusahaan ikan," tambahnya.

Sementara terkait dengan hasil budidaya ikan air tawar ini, Pokdadan Bayu Pamili Sragi menghasilkan rupiah yang sangat menggiurkan. Dalam 2,5 bulan, satu kolam terpal menghasilkan Rp 9 juta. Tak sulit bagi mereka untuk mendistribusikan hasil panen tersebut. Sebab banyak permintaan pengiriman ikan air tawar jenis lele di beberapa kota besar, salah satunya adalah Denpasar, Bali.

"Dengan modal hanya kurang Rp 3 juta, hasil kita sampai 9 jutaan lebih. Kita juga akan menambah kolam terpal lagi di wilayah sini," pungkasnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap kegiatan budidaya ikan air tawar dalam program 100 ribu kolam ikan di Banyuwangi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.

"Program ini menjadikan masyarakat menjadi juragan ikan. Tentu ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program ini juga menggandeng perusahaan ikan agar peduli kepada masyarakat untuk menggulirkan CSR," ungkapnya.

Menurutnya, program 10.000 kolam ikan yang digagas Pemkab Banyuwangi sebelumnya, telah menuai hasil. Dari target 10.000 kolam telah terdapat 13.215 kolam ikan. Dari 13.215 kolam ikan tersebut bisa menghasilkan 3.700 ton ikan dengan potensi Rp 50 miliar.

Terdapat lebih 5.000 pembudidaya ikan di Banyuwangi. Dengan demikian perekonomian rakyat bisa meningkat. Kecamatan-kecamatan di Banyuwangi memiliki pengairan yang melimpah. Seperti Glagah, Licin, Segobang, Kalibaru, Songgon, Sempu dan lainnya. Sehingga cocok untuk budidaya ikan tawar.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed