Teknologi Pertanian Selamatkan 7,3 Juta Ton Gabah Petani

Teknologi Pertanian Selamatkan 7,3 Juta Ton Gabah Petani

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 09 Mei 2017 17:17 WIB
Teknologi Pertanian Selamatkan 7,3 Juta Ton Gabah Petani
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Selama ini petani padi Indonesia kurang memperhatikan penanganan panen sehingga hasil gabah yang terbuang sangat besar. Padahal dengan penerapan teknologi panen yang bagus dan ditunjang peralatan yang memadai, jutaan ton gabah bisa diselamatkan.

"Hasil panen petani di Indonesia, setiap tahun terbuang sebesar 10,43% atau setara 7,3 juta ton gabah kering panen. Angka itu membuat biaya produksi petani di Indonesia menjadi tinggi," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana saat panen raya jagung hibrida di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (9/5/2017).

Panen raya jagung hibrida di lahan seluas 52 hektar milik warga tersebut juga dihadiri ratusan petani, belasan kelompok tani se-Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dan anggota Forpimda.

"Berkat tehnologi pemanenan yang diterapkan Kementan, sebanyak 7,3 juta ton gabah kering berhasil diselamatkan selama masa tanam sepanjang 2016 hingga April 2017. Jutaan ton tersebut selama ini terbuang karena penanganan panen yang buruk oleh para petani," jelasnya.

Selama ini, sebut dia, para petani menganggap sepele butir-butir gabah yang terbuang di sawah saat panen. Padahal jumlahnya relatif besar dan bisa untuk menutup biaya produksi.

"Para petani harus menyadari bahwa untuk bisa panen itu dibutuhkan perjuangan yang luar biasa, mulai dari penyiapan lahan, beli bibit, biaya tanam, pupuk dan lainnya. Maka dari itu saat panen jangan sia-siakan butir-butir gabah itu," jelas Pending.

Selama dua tahun terakhir, selain memberikan bantuan peralatan pertanian sekitar 180.000 unit, pemerintah juga melakukan edukasi kepada petani untuk bisa menguasai dan menerapkan teknologi dengan baik, terutama pemanenan.

"Semua ini kami lalukan untuk menuju modernisasi pertanian Indonesia. Alhamdulillah Indonesia terbebas dari impor beras," tandasnya. (fat/fat)
Berita Terkait