Menurut Risma pengelolaan keuangan Surabaya telah mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran Daerah (e-planning dan e-budgetting), informasi urusan bisnis dan pelayanan bagi warganya (e-goverment), pendapatan daerah, belanja daerah, hingga evaluasi keuangan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi.
"Semua itu dapat berjalan dengan lancar karena database kami baik," kata Risma di Bimbingan Teknis Eksekutif Pengelolaan Daerah level eksekutif dan knowledge sharing keberhasilan Kota Surabaya di Hotel JW Marriot Jalan Embong Malang, Selasa (9/5/2017).
Keberhasilan pengelolaan keuangan dengan sistem elektronik kata Risma, membuat Aparatur Sipil Negara tidak lagi disibukkan dengan kerjaan dokumentatif tapi lebih fokus melayani dan mensejahterakan warga.
"Dengan menerapkan sistem pengelolaan berbasis teknologi (e-budgeting, e-goverment dan e-planning), efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran bisa ditingkatkan," kata
Risma menambahkan, penggunaan e-budgeting dan e-goverment dapat mempermudah pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan meningkatkan transparansi.
Kasubid Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Resky Wijaya mengatakan, tujuan kegiatan ini memberikan bimbingan teknis, pendampingan di bidang pengelolaan keuangan Daerah dan sharing knowledge keberhasilan keuangan di Kota Surabaya kepada 100 pejabat bidang keuangan dari 50 kota/kabupaten se-Indonesia untuk belajar tentang pengelolaan keuangan di Surabaya.
"Kami berharap agar kepala daerah yang memiliki keberhasilan mau berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan keuangan daerah di Surabaya," tutur Resky. (ze/bdh)











































