"Untuk waktu dekat (lebaran), insya Allah masih aman," kata Wagub Jatim yang akrab dipanggil Gus Ipul usai menghadiri acara di Pendopo Dhelta Wibaba, Sidoarjo kepada wartawan, Senin (8/5/2017).
Dia mengakui, bahwa pasokan garam di Jawa Timur dirasa masih kurang. Bahkan, hingga kini pasokan itu belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemprov Jatim juga sedang melakukan evaluasi untuk memenuhi kebutuhan garam di Jawa Timur.
"Saat ini memang sedang ramai diberitakan soal impor garam, tapi saya belum punya data yang jelas untuk kebutuhan garam di Jatim," tambahnya.
Gus Ipul menambahkan izin impor garam ada dua, yakni untuk industri dan konsumsi masyarakat. Yang berhak memberikan izin yakni Kementerian Kelautan dan Perdagangan, sedangkan pemprov Jatim hanya memberikan izin bongkar muat.
"Yang mengeluarkan izin import itu dari kementerian Kelautan dan Perdagangan, kalau pemprov Jatimm hanya memberikan ijin bongkar muat," terang Gus Ipul.
Pada prinsipnya, jelas Gus Ipul, pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas. Dan untuk menggenjot produksi garam, Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada para petani.
"Kami sudah melakukan pendekatan kepada para petani untuk melakukan peningkatan kualitasnya dan mengenjot produksinya dengan cara memberikan bantuan," terang Gus Ipul.
Dia berharap para petani garam meningkatkan produksi garam. Alangkah baiknya kita ini tidak usah import, karena di wilayah Jawa Timur adalah produsen garam terbesar di Indonesia," jelasnya.
PT Garam (Persero) mendatangkan garam impor di awal Mei lalu. Pasokan garam didatangkan dari Australia dan India sebanyak 75 ribu ton. Impor Garam ini masih 10 persen dari total kebutuhan bahan baku pada semester pertama di tahun 2017. Sehingga PT Garam berencana mengajukan tambahan impor lagi. (fat/fat)











































