"Saya akan mengumpulkan partai-partai lain, kami ajak bicara sehingga di Jawa Timur harapannya tidak ada faksi X, faksi Jawa Timur, satu saja. Bukan berarti calon tunggal, tapi yang kami peroritaskan yang tahu persis Jawa Timur," katanya, di sela-sela kunjungan kerjanya sebagai Gubernur Jatim, di Tulungagung, Rabu (03/05/2017).
Menurutnya, selain mengerti tentang Jawa Timur, kandidat yang akan diusung juga harus memiliki komunikasi yang baik dengan para kepala daerah (bupati/walikota) di seluruh Jatim. Namun, guberbur yang biasa disapa Pakde Karwo ini enggan menyebut nama-nama kandidat yang dinilai masuk dalam kategori tersebut.
Disinggung terkait ketokohan wakilnya, Saifullah Yusuh (Gus Ipul) dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Orang nomor satu di Pemrov Jatim tersebut mengaku akan menunggu hasil komunikasi dengan partai politik maupun kepala daerah.
"Nanti pendapatnya bupati yang akan saya tanyakan," ujarnya.
Meskipun masih akan dilaksanakan satu tahun lagi, suhu politik menjelang Pilkada Jatim mulai terasa. Sejumlah tokoh politik mulai melakukan tebar pesona di berbagai daerah. Bahkan beberpa politikus dengan terang-terangan memasang berbagai spanduk maupun baliho untuk memperkenalkan profilnya.
Sejumlah tokoh yang kini ramai diperbincangkan akan maju dalam kontestasi pemilihan gubernur diantaranya, Wagub Saifullah Yusuf, Mensos Khofifah Indar Parawansa serta Ketua DPRD Jawa Timur, Halim Iskandar. (bdh/bdh)










































