Pantaun detikcom, pengerjaan lift di JPO Jalan Basuki Rahmat saat ini memasuki pembuatan konstruksi untuk penempatan lift maupun kawat baja.
"Sekarang tahap pemasangan konstruksi untuk memasang alat penarik kawat baja sekaligus finishing bangunan luarnya," kata salah seorang pekerja lift kepada detikcom, Rabu (3/5/2017).
Kadis Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, selain JPO Basuki Rahmat, ada beberapa JPO prioritas yang akan diberi lift. Di antaranya, Jalan Ahmad Yani (Depan Universitas Bhayangkara) dan JPO bundaran dolog.
Foto: Zaenal Effendi |
Yayuk sapaan akrab Kadis PBT Kota Surabaya ini menegaskan pembangunan lift di JPO ditanggung oleh penyewa biro reklame. Pihaknya sempat berkoordinasi dengan kejaksaan dan BKPK.
"Kami ke kjaksaan untuk mengetahui aturannnya seperti apa, sedangkan BPKP untuk mengetahui hitungannnya bagaimana. Karena investor minta itu sampai berapa tahun, supaya ada kepastian dari pemkot," ujar Yayuk yang pernah menjabat Kabag Hukum Kota Surabaya.
Sementara Wali Kota Tri Rismaharini pernah mengungkapkan pembangunan lift di beberapa JPO, selain untuk menambah kenyamanan dan keselamatan penyeberang jalan, juga memberikan fasilitas bagi kaum difabel.
Foto: Zaenal Effendi |
"Biar hak pejalan kaki terpenuhi, termasuk kaum difabel yang selama ini kita berusaha memberikan fasilitas bagi mereka," kata Risma beberapa waktu lalu. (ze/fat)












































Foto: Zaenal Effendi
Foto: Zaenal Effendi