DetikNews
Rabu 03 Mei 2017, 16:47 WIB

Angkutan Online Sepakat Tak Ambil Penumpang di Terminal Purabaya

Suparno - detikNews
Angkutan Online Sepakat Tak Ambil Penumpang di Terminal Purabaya Foto: Suparno
Sidoarjo - Sopir angkutan umum di Terminal Purabaya Bungurasih membuat kesepakatan dengan sopir taksi dan ojek online. Kesepakan itu menyatakan jika taksi dan ojek online dilarang mencari penumpang di areal terminal.

Pertemuan di Mapolserta Waru Sidoarjo, Rabu (3/5/2017) tersebut dihadiri Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perhubungan Surabaya dan perwakilan dari pengurus paguyuban sopir Lyn Terminal Purabaya Bungurasih, pengurus Gojek dan pengurus taksi online.

Menurut Kapolsekta Waru Kompol M Fatoni, pertemuan antara perwakilan sopir Lyn Tereminal Purabaya, perwakilan sopir taksi online dan perwakilan Gojek telah selesai.

"Pertemuan selesai meskipun berjalan alot. Sudah ada kesepakatan diantaranya taksi online dan gojek tidak boleh mengambil penumpang di areal terminal dan tidak diperbolehkan mangkal di halte sepanjang jalan Letjen Sutoyo," kata Kompol M Fatoni.

Selain itu, jelas Fatoni, untuk angkutan online, nantinya akan diberikan tanda khusus. Meski tidak diperbolehkan mencari penumpang di area terminal, dalam kesepakan tersebut, angkutan online diperbolehkan untuk mengantar penumpang ke terminal.

"Kalau untuk mengantar penumpang ke dalam areal terminal diizinkan, tapi menjemput penumpang tidak diizinkan," ujar Fatoni.

Sementara itu Ketua DPD Asosiasi Driver Online Jatim, Rizky Yusman mengatakan, permasalahan ini sama dengan di Tunjungan Plaza. Ada oknum-oknum driver online yang menawarkan jasanya tanpa menggunakan aplikasi.

"Hasil kesepakatan ini sudah sesuai dengan apa yang kita mau. Para driver harus mematuhi rambu dan marka jalan," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC SPTI (Serikat Pekerja Transport Indonesia Sidoarjo), Zainal Arifin.

"Tadi sudah dibahas titik-titik penjemputan, teknis mengantar di dalam terminal diperbolehkan, namun keluar harus dalam keadaan kosong tanpa penumpang," katanya.

Zainal Arifin menambahkan, nantinya akan ada identitas khusus (stiker khusus) untuk membedakan transportasi online. Namun sementara pihak transportasi online bersedia memberikan stiker tersebut untuk membedakan dengan angkutan konvensional.

"Rencananya kami akan membentuk satgas untuk mengatasi hal ini. Hanya ini yang belum terealisasi," jelasnya.
(bdh/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed