Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Kualitas Sekolah

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 14:39 WIB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, menjadi cambuk bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di Jatim

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Caranya, dengan menciptakan manajemen standar pendidikan yang sama antar sekolah, baik di wilayah tengah maupun pinggiran. Juga peningkatan kualitas pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang menghasilkan hasil ujian lebih jujur dan tidak ada lagi isu kebocoran," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo di sela upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (2/5/2017).

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo menerangkan, secara kewilayahan, pendidikan di Jawa Timur sudah merata dari tengah hingga wilayah pinggiran. Namun, masih ditemukan beberapa sekolah yang dianggap kurang berkualitas.

Adanya UU No 23 Tahun 2014 yang mengatur tentang pelimpahan wewenang SMA/SMK dari daerah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, menjadi salah satu alasan agar kualitas pendidikan di sekolah dalam satu manajemen standar.

"Kami akan melakukan standar agar tidak ada lagi yang namanya sekolah pinggiran dan sekolah tengah," tuturnya sambil menambahkan, hal itu sebagai filosofi dalam penjelasan undang-undang.

Gubernur menambahkan, pelaksanaan UNBK menjadi salah satu cara untuk mengukur dan memetakan bagaimana pendidikan yang berkualitas, mampu melatih kejujuran siswa, serta mengukur sejauh mana hasil yang dicapai para siswa maupun pendidik.

"Pelaksanaan UNBK di Jawa Timur ini luar biasa. Tidak ada isu jual beli soal, tidak ada yang menyontek, karena adanya konsep kejujuran," terangnya.

Soekarwo yang dua periode terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur ini menambahkan, ke depan, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dewan Pendidikan, akan bekerjasama dengan TNI, Polri serta stakeholder lainnya, untuk memetakan dan mengukur masalah kualitas pendidikan secara lebih detail.

"Untuk melihat sekolah vokasional yang 'nganggur' dalam arti punya manajemen ruangan dan waktu seperti STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut) tentang las bawah air. Ini nanti akan kita kerjasamakan," jelasnya.

Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang tahun ini mengusung tema 'Percepat pendidikan yang merata dan berkualitas', Gubernur Jatim juga menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang menjelaskan tentang salah ssatu visi Presiden Jokowi adalah, masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik yang memiliki karakter, budi pekerti yang kuat, serta memiliki keterampilan hidup atau vokasi.

Dalam upacara Hardiknas di Grahadi itu, Gubernur juga menyerahkan 14 penghargaan bagi siswa atau sekolah yang menjuarai kejuaraan siswa tingkat nasional seperti dari SMANOR Jatim.

Pemenang lomba Lingkungan sehat tingkat TK/RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA. Juga menyematkan secara simbolik penghargaan Satya Lencana Karya Satya sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran dan kecakapan pendidik (guru) yang mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun secara terus-menerus hingga menjadi teladan. (roi/fat)