Aksi May Day di Surabaya Aman, Polisi: Terima Kasih

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 01 Mei 2017 19:55 WIB
Foto: Imam Wahyudianta
Surabaya - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Surabaya berakhir aman. Buruh bahkan ikut prosesi potong tumpeng bersama Gubernur Jatim Soekarwo.

"May day hari ini berjalan tertib, aman dan terkendali. Terima kasih," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal, Senin (1/5/2017) petang.

Tertib dan amannya may day, kata Iqbal, karena ada pengaturan yang berbeda tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, Iqbal melarang massa buruh untuk berhenti dan berkumpul di Bundaran Waru maupun titik-titik lainnya sehingga tak berpotensi menimbulkan kemacetan.

Dari Bundaran Waru, massa buruh diarahkan untuk melewati frontage road sehingga tak mengganggu arus lalu lintas.

Massa buruh pun dikawal depan, belakang, kanan, dan kiri. Tujuan pengawalan adalah agar buruh tak melakukan long march yang berpotensi memacetkan jalan hingga ke Kantor Gubernur Jatim di Jl Pahlawan.

"Saya mengapresiasi massa buruh yang bisa berlaku tertib dan teratur sehingga may day di Surabaya sangat kondusif dan guyub," tandas Iqbal.

May Day di Surabaya ditutup dengan tumpengan dan lagu Happy Birthday. Gubernur Soekarwo menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan buruh, Jazuli. Soekarwo sendiri menampung sejumah aspirasi buruh, yakni:

1. Mendesak Bupati Gresik dan Mojokerto agar segera mengusulkan UMKS.
2. Usulan revisi UMKS Sidoarjo dan Pasuruan akan segera dibahas Pemprov Jatim
3. Disparitas UMK di kawasan ring I dengan daerah lain akan diminimalisir sehingga ke depan seluruh upah daerah di Jawa Timur bisa sama
4. Menindak pengusaha nakal yang tidak menggaji karyawannya sesuai UMK
5. Memecat pengawas ketenegakerjaan yang nakal
6. Usulan penghapusan PP 78/2015 dan penghapusan sistem kerja kontrak akan diusulkan ke pemerintah pusat

Pantauan detikcom, konsentrasi buruh masih terlihat di depan Kantor Gubernur Jatim pada Pk 18.00 Wib. Sebagian diantaranya terlihat berangsur membubarkan diri.

(iwd/ugik)