Acara yang digelar di halaman sekolah MAN 2 Kota Probolinggo, ini para guru melengkapi dirinya dengan peralatan make up. Mulai dari pembersih wajah, pensil alis, bulu mata, bedak, hingga aneka warga lipstik dipersiapkan.
Namanya juga bukan ahlinya, para peserta kebanyakan terlalu berlebihan saat mulai merias wajah muridnya. Hasilnya bedak yang ditaburkan di wajah, justru terlalu tebal hingga wajah terlihat pucat.
Ivon Nevia, salah satu peserta mengatakan, merias wajah merupakan hal baru bagi guru. Dia pun sempat kebingungan saat membuat riasan di sekitar mata.
"Kalau dandan biasa itu sudah saya lakukan setiap hari di rumah. Tapi jika merias dengan cara seperti ini, rasanya sangat kesulitan," tutur Ivon, di sela aktivitas merias.
Sementara menurut Renda Novita, dirinya puas dengan riasan yang dilakukan oleh gurunya. Selain tidak terlalu tebal, juga terasa ringan di wajah. "Bedaknya tidak tebal, enteng di wajah," cerita Novita.
Sedangkan Soviatun Zuhro, panitia lomba, mengaku acara ini digelar untuk sosialisasi bahaya make up palsu yang kini banyak beredar di pasaran, terutama jenis cream.
"Agar anak juga memahami tentang bahaya make up palsu yang kini marak terjual di pasaran, kami mensosialisasikannya lewat kegiatan ini," ujarnya.
Dia mengharapkan dengan kegiatan ini, bisa meminimalisir peredaran kosmetik palsu dan warga bisa jeli dalam memilih dan memilah kosmetik yang akan dibeli. (fat/fat)











































