Salah satunya adalah kelompok peternak kambing di Banyuwangi. Mereka saat ini hanya mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Banyuwangi.
"Saat ini masih belum ada bantuan berupa hewan ternak. Karena terkendala badan hukum dari kelompok. Kita hanya melakukan pendampingan," ujar Nanang Sugiharto, Kepala Bidang Budidaya dan Kelembagaan pada Dinas Pertanian Banyuwangi kepada detikcom, Kamis (27/4/2017).
Dinas Pertanian, kata Nanang, baru bisa menyalurkan bantuan hewan ternak ditahun 2018 mendatang. Karena beberapa kelompok peternak sudah memiliki badan hukum. Meski begitu, Dinas Pertanian mencoba berbagai cara, agar para peternak bisa mendapatkan keinginannya yang sudah tertunda sejak beberapa tahun.
"Solusinya adalah mencari perusahaan yang mau membagikan CSR-nya berupa hewan ternak. Dan sekarang kita bekerjasama dengan PT BSI untuk memberikan bantuan hewan ternak berupa kambing," tambahnya.
CSR tersebut diserahkan kepada tiga kelompok, yakni kelompok ternak Sido Dadi dan Sido Makmur, keduanya dari Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran. Satu lagi kelompok peternak Sido Rukun, dari Lingkungan Kaliuluh, Dusun Silir Baru, Desa Sumberagung. Total jumlah bantuan kambing yang disalurkan sebanyak 63 ekor.
Serah terima CSR berupa kambing kualitas super ini digelar di Lingkungan Kaliuluh, Dusun Silir Baru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (27/4/2017).
Dan penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh General Manager Operation PT BSI, James Francis. Selain turut dihadiri jajaran PT BSI, acara ini juga disaksikan oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan), Forpimka serta sejumlah tokoh masyarakat.
"CSR berupa sepasang ternak kambing ini adalah wujud kepedulian kami terhadap warga sekitar operasi tambang, khususnya dalam membantu meningkatkan pendapatan," kata James dalam sambutannya.
Corporate Communications Manager PT BSI, T. Mufizar Mahmud menambahkan, demi pemerataan, bantuan sepasang ternak kambing ini diberikan secara bergulir. Jadi, setelah dipelihara selama 2 tahun, atau setelah beranak 2 kali, induk kambing akan diserahkan pada penerima bantuan selanjutnya.
"Jadi sambil menunggu, kita juga akan membentuk kelompok peternak, dan secara terus menerus, minimal 1 tahun, kita akan melakukan pendampingan," cetusnya.
CSR dalam bentuk bantuan ternak kambing sengaja dipilih karena disesuaikan dengan aktivitas warga setempat. Disisi lain, susu yang dihasilkan dari kambing juga dipastikan mampu menambah pendapatan masyarakat. Kotoran yang dihasilkan juga bisa dijadikan pupuk guna mendukung pola pertanian organik yang dilakukan petani.
Ditambahkan Nanang, dalam penerimaan bantuan, Dinas Pertanian berharap bantuan ini bisa mendongkrak populasi kambing guna swasembada daging kambing di Banyuwangi. Data terkini, populasi kambing di Bumi Blambangan mencapai 75 ribu ekor, dengan kenaikan 10 sampai 15 persen pertahun. (bdh/bdh)










































