"Bukan selip, tapi karena ban kiri belakang truk pecah. Saya berusaha banting setir, tapi malah terguling," ujar sopir truk, Samsuri, di lokasi, Kamis (27/4/2017).
Samsuri mengatakan, dia berangkat dari Margomulyo hendak menuju ke Jalan Kedung Cowek. Dari Margomulyo, dia membawa muatan kertas. Samsuri mengaku tak berjalan kencang sebelum truknya terguling.
"Saya berjalan pelan kok, gara-gara ban pecah makanya truknya terguling," kata Samsuri.
Foto: Imam Wahyudiyanta |
Kanit Lantas Polsek Tandes AKP Zainur mengatakan truk tersebut terguling karena mengalami pecah ban. Tetapi penyebab tambahan adalah karena truk tersebut diduga kelebihan muatan. Bisa jadi truk tak akan terguling jika beban yang dibawanya tak melebihi kapasitasnya.
"Dugaannya selain karena pecah ban, juga karena kelebihan muatan," kata Zainur.
Tergulingnya truk bernopol L 8077 DM itu membuat kertas yang dimuatnya tumpah di jalanan. Arus lalu lintas pun padat dan macet. Zainur menugaskan anggotanya untuk mengatur arus lalu lintas sembari menunggu muatan truk itu dipinggirkan.
Foto: Imam Wahyudiyanta |
Saat muatan truk sudah dipinggirkan, Zainur ingin menegakkan truk itu kembali ke posisinya. Dia menutup Tanjungsari yang ke arah timur. Untuk sementara arus lalu lintas dibuat contra flow. Zainur meminta beberapa orang menarik truk agar tegak kembali.
Namun upaya itu tak berhasil. Zainur kemudian meminta sebuah truk menariknya. Upaya itu berhasil, truk kembali tegak pada posisinya untuk kemudian dipinggirkan. (fat/fat)











































Foto: Imam Wahyudiyanta
Foto: Imam Wahyudiyanta