detikNews
Rabu 26 April 2017, 15:50 WIB

Keindahan Batik Jumput Surya Majapahit Khas Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Keindahan Batik Jumput Surya Majapahit Khas Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tak mau kalah dengan Pekalongan dan Solo, Kabupaten Mojokerto mengembangkan batik khas bertema Majapahitan. Salah satunya adalah batik jumput Surya Majapahit. Perpaduan teknik tulis dan jumput membuat batik ini tak kalah indah dengan batik lainnya.

Teknik dan motif batik yang satu ini sedang getol dikembangkan oleh Heni Yunina (53), pengrajin asal Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. Tak sendirian, perempuan yang akrab disapa Nina itu menggandeng 15 pengrajin lokal untuk dibekali teknik membatik tulis dan jumput.

"Dua tehnik membatik tersebut kami padukan karena menghasilkan batik yang lebih indah," kata Nina kepada wartawan saat memberi pelatihan di galeri Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/4/2017).

Seperti lazimnya tehnik membuat batik tulis, para pengrajin memoleskan lilin ke permukaan kain mori sesuai sketsa. Motif yang digunakan adalah Surya Majapahit yang merupakan motif khas batik Mojokerto karena lambang Kerajaan Majapahit.

Hanya saja, sentuhan berbeda diberikan dengan menambahkan teknik jumput. Caranya cukup sederhana, kain mori diikat dengan tali plastik atau karet gelang dengan isian biji buah Juwet di beberapa titik. Setelah pewarnaan dilakukan, maka akan tampak gradasi warna di sela-sela simbol Surya Majapahit.

"Harga per helai kain batik ini paling murah Rp 80 ribu, maksimal Rp 3 juta, tergantung jenis kain yang digunakan dan kerumitan motifnya," ujar Nina.

Menurut dia, batik Surya Majapahit cukup banyak diminati pecinta batik lokal hingga luar pulau. Rata-rata pesanan dalam sebulan mencapai 40 helai.

"Peminatnya sampai Jakarta dan Sumatera," ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono menuturkan, motif batik Surya Majapahit menjadi batik khas Mojokerto setelah melalui penelitian tahun 1990. Namun, pihaknya akan mengembangkan varian motif batik lainnya yang akan menjadi produk khas.

"Kualitas desain kita kalah dengan Solo maupun Pekalongan. Selain motif Surya Majapahit, bulan depan saya akan berbicara dengan para budayawan untuk mencari motif batik khas lainnya yang sarat filosofi Majapahitan," terangnya.

Di samping pengambangan motif baru, tambah Yoko, pihaknya juga tengah menyiapkan skill para pengrajin lokal untuk menggalakkan produksi.

"Pelatihan sedang berjalan, nantinya pemasaran yang juga kerap menjadi kendala kami topang dengan pembentukan kampung IT," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed