Longsor dari ketinggian tebing sekitar 15 meter itu sempat menumbangkan pohon besar yang menutupi jalan. Warga setempat dan wisatawan kesulitan melintas karena terhalang kayu dan timbunan tanah.
Menurut Camat Sukapura Yulius Christian, longsor terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum longsor terjadi, Jumat malam hingga Sabtu dini hari di kawasan lereng Gunung Bromo diguyur hujan deras.
"BPBD Kabupaten Probolinggo bersama warga melakukan pembersihan secara bergotong royong. Namun, tak sepenuhnya bersih. Kami masih menunggu alat berat untuk evakuasi tanah dan pohon besar," terang Yulius di lokasi kejadian, Sabtu (22/4/2017).
Foto: M. Rofiq |
Pantauan di lokasi kejadian. Saat ini warga maupun wisatawan yang menuju ke Gunung Bromo, masih diberlakukan contra flow atau sistim buka tutup. Sebab, pembersihan masih belum maksimal.
"Baru bisa lewat jalan ini setelah sedikit dibersihkan, dari tadi menunggu. Bisa dilewati tapi belum maksimal," ujar Puryanto, salah satu warga setempat.
Beruntung, petugas dan warga dengan cepat melakukan pembersihan di jalur utama tersebut. Sehingga terjadinya longsor itu tidak menghambat aktivitas warga dan pengunjung yang sedang berlibur ke wisata Gunung Bromo.
Petugas menghimbau, bagi pengunjung wisata Gunung Bromo lebih berhati-hati jika melintasi jalan di Desa Wonokerto yang sepanjang 5 kilometer rawan longsor.
Foto: M. Rofiq |












































Foto: M. Rofiq
Foto: M. Rofiq