DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 21:53 WIB

Bupati Jember Terinspirasi Keberanian Kartini Lakukan Perubahan

Yakub Mulyono - detikNews
Bupati Jember Terinspirasi Keberanian Kartini Lakukan Perubahan Foto: Yakub Mulyono
Jember - Bupati Jember dr Faida menilai perjuangan yang dilakukan RA Kartini jauh lebih berat daripada perjuangan perempuan sekarang. Sebab apa yang diperjuangkan oleh Kartini saat itu adalah perubahan terhadap paradigma yang dianut masyarakat saat itu tentang perempuan.

"Saya kira justru lebih berat pada zaman Kartini. Di zaman dulu itu untuk perempuan berkiprah tidak semudah di zaman sekarang. Zaman dulu perubahan yang diperjuangkan Kartini adalah perubahan paradigma, yang perempuan seharusnya diberi kesempatan yang sama," kata Faida ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2017).

Menurut Faida, sekarang ini perempuan telah memiliki kesempatan yang lebih luas dalam berkiprah, termasuk di Jember. "Di Jember kami sudah berkomitmen bahwa perempuan harus mempunyai kesempatan yang sama, tumbuh sejajar dengan yang lain. Termasuk kesempatan menuntut ilmu, kesempatan menikmati layanan kesehatan, kesempatan untuk berolahraga, kesempatan untuk sejahtera, dan kesempatan untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa," urainya.

Dalam memimpin Jember, Faida juga mengaku terinspirasi dengan perjuangan Kartini. Keberanian Kartini dalam mendobrak sesuatu yang tidak mudah di zamannya, menjadikan spirit tersendiri bagi Faida.

"Kartini itu mendobrak sesuatu hal yang tidak mudah di zamannya. Melawan budaya. Itu saya kira perlu keberanian. Bukan cuma perlu kepandaian, tapi juga perlu keberanian. Dia memiliki keberanian melakukan sesuatu yang belum berani dilakukan oleh orang–orang di zamannya. Ini adalah sesuatu yang istimewa," ujar Faida.

Oleh karena itu, Faida menyayangkan jika ada perempuan yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang dimiliki sekarang ini. Terutama kesempatan untuk menuntut ilmu setinggi–tingginya. "Tentunya tetap menjaga dan tidak meninggalkan kodrat sebagai perempuan," tambahnya.

Di Jember, lanjut Faida, sekarang ini masyarakat sudah tidak lagi mempermasalahkan gender. Yang diinginkan masyarakat adalah perubahan. Apabila pemimpin diyakini bisa membawa perubahan lebih baik, maka masyarakat akan memberikan kepercayaan.

"Artinya, soal kepemimpinan, masyarakat menuntut kompetensi, masyarakat menuntut komitmen, bukan persoalan gender," kata Faida.

Bahkan menurut dia, sejumlah survei menunjukkan, masyarakat lebih percaya kepada perempuan sebagai pemimpin, karena dia bukan kepala keluarga. "Dia tidak bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarga. Dengan demikian bisa lebih berkonsentrasi untuk melayani masyarakat, tidak lagi untuk kepentingan ekonomi. Begitulah hasil surveinya," kata Faida.

Sebagai bupati perempuan pertama di Jember, Faida juga mengaku tidak ada hambatan dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, justru dia merasa mendapat banyak kemudahan karena dia perempuan. Karena masyarakat menilai pemimpin perempuan lebih bersih dan tidak korupsi. Di situlah dia merasa nyaman dalam mengemban amanah.

"Memimpin dengan suasana perasaan perempuan. Walau tidak harus selalu dengan kelemahlembutan. Ketika harus tegas ya harus tegas, ketika harus ambil risiko ya diambil risiko. Tetapi yang saya maksudkan, perempuan memimpin lebih dengan kecintaan, memimpin dengan hati," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed