DetikNews
Jumat 21 April 2017, 21:33 WIB

SDN Ketabang, Aset Pemkot Surabaya yang Terancam Lepas

Imam Wahyudiyanta - detikNews
SDN Ketabang, Aset Pemkot Surabaya yang Terancam Lepas Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Selain Waduk Wiyung, PDAM, dan Marvell City, ada satu lagi aset Pemkot Surabaya yang bermasalah. Aset itu adalah sebuah bangunan yang sekarang digunakan sebagai SDN Ketabang I dan II. Pemkot Surabaya tak ingin aset itu lepas

"Kami punya bukti kepemilikannya dan akan terus kami upayakan sampai tuntas," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bertemu dengan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/4/2017).

Risma mengatakan, tanah yang sekarang berdiri SDN Ketabang I dan II itu sejak tahun 1948 merupakan milik Pemkot Surabaya. Namun, pada tahun 1972 tiba-tiba muncul SHGB nomor 633 atas nama Setiawati Sutanto. Lalu, tahun 2012, masa kontrak SDN Ketabang I dan II telah habis dan Setiawati meminta perpanjangan ke BPN.

BPN menolak permintaan itu yang akhirnya membuat Setiawati menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada tahun 2012. Pada tingkat pertama, gugatan itu dimenangkan Seyiawati dan Pemkot Surabaya kalah. Namun pada tingkat banding di tahun 2013, Pemkot Surabaya lah yang menang.

Setiawati yang tak puas kemudian kasasi ke MA. Namun putusan MA memenangkan Pemkot Surabaya. Setiawati kembali menempuh jalur hukum terakhir yakni Peninjauan Kembali (PK). Pada tingkat PK, Pemkot Surabaya kalah.

"Atas kekalahan tersebut, sejak tahun 2016 hingga saat ini pemkot mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya dan kasus ini masih terus diupayakan dan masih berjalan di PN," lanjut Risma.

Sementara itu, untuk aset lain yang masih bermasalah, Risma mengakui bahwa aset-aset itu saat ini masih dalam proses pengkajian. "Untuk aset Marvel dan PDAM masih dalam proses pengkajian, sedangkan Waduk Wiyung sudah mulai gerak dan Insya Allah kembali ke tangan Pemkot," tandas Risma.
(fat/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed