DetikNews
Jumat 21 April 2017, 16:48 WIB

10 Orang Ditetapkan Tersangka Tewasnya Pemuda Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
10 Orang Ditetapkan Tersangka Tewasnya Pemuda Jombang Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Polres Jombang resmi menetapkan 10 orang warga Dusun/Desa Jombatan, sebagai tersangka penyebab tewasnya Yeyen Siswanto (28). Ternyata aksi massa itu dipimpin langsung Kepala Dusun Jombatan. Yang mengejutkan, tiga pelajar terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan, para tersangka adalah SW (47)-kuli bangunan, MI (47)-Kepala Dusun Jombatan, MY (24)-kuli bangunan, JS (23)- kuli bangunan, MR (20)-wiraswasta, WR (16)-pelajar, AA (25)-karyawan pabrik, WA (20)-kuli bangunan, serta MS (16) dan SF (17)-pelajar. Mereka resmi menyandang status tersangka pada Kamis (20/4).

Menurut dia, aksi massa itu dipicu ulah korban yang kerap mengajak keluar kekasihnya, warga Dusun Jombatan hingga larut malam. Padahal, gadis tersebut masih berusia 16 tahun. Ditambah lagi orang tua si gadis tak merestui hubungan tersebut lantaran korban seorang pengangguran. Namun, kedua sejoli itu nekat menjalani hubungan backstreet selama 9 bulan terakhir.

Puncaknya pada Minggu (16/4) sekitar pukul 03.00 Wib. Dipimpin Kepala Dusun Jombatan, sembilan tersangka menghadang korban yang saat itu hendak pulang usai mengantar kekasihnya.

"Saat kejadian, keluarga meminta bantuan warga sekitar dan disampaikan ke Kepala Dusun Jombatan. Kepala dusun melakukan upaya provokasi, ada kalimat perintah penangkapan terhadap korban," kata Agung kepada wartawan, Jumat (21/4/2017).

Panik akibat dihadang para tersangka, lanjut Agung, korban berusaha melarikan diri. Namun, pelarian Yeyen justru menemui jalan buntu karena sampai di Sungai Brantas. Takut menjadi bulan-bulanan warga, korban nekat menceburkan diri ke sungai. Naas, korban tewas akibat tenggelam.

Agung menuturkan, kesepuluh tersangka mempunyai peran berbeda dalam aksi massa yang mengakibatkan tewasnya Yeyen. Tersangka MY, JS, MR, WR, AA, dan WA dijerat dengan Pasal 335 ayat (1) ke 1e KUHP karena melakukan ancaman kekerasan terhadap korban. Kepala Dusun Jombatan dan warganya berinisial SW dijerat Pasal 335 ayat (1) dan (2) KUHP karena melakukan provokasi untuk membangkitkan amarah warga.

"Sedangkan tersangka MS dan SF kami jerat Pasal 170 ayat (1) dan (2) KUHP karena sempat mengeroyok korban dengan kayu pancing dan melempar sandal," tandasnya.

Yeyen ditemukan tak bernyawa oleh warga di DAM Sipon Sungai Brantas, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/4). Tubuh korban dalam kondisi penuh luka akibat benturan selama hanyut di sungai. Berdasarkan hasil autopsi, pemuda asal Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben itu tewas akibat tenggelam.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed