DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 10:13 WIB

Warga Suku Tengger Gelar Ritual Pujan Kesanga

M Rofiq - detikNews
Warga Suku Tengger Gelar Ritual Pujan Kesanga Foto: M Rofiq
Probolinggo - Ritual Pujan Kesanga yang digelar ribuan warga Suku Hindu Tengger di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, menyedot perhatian pengunjung. Ritual ini bagi warga Tengger bertujuan untuk keselamatan dan memohon kepada leluhurnya agar dijauhi dari balak dan musibah.

Dalam ritual yang digelar pada Kamis (20/4) malam hari hingga Jumat (21/4/2017) pagi, diwarnai dengan iring-iringan obor dan sejumlah ogoh-ogoh raksasa, yang diarak mengelilingi desa setempat yang dilengkapi dengan sesajen. Ribuan warga yang mengikuti ritual ini penuh hikmad berjalan sambil membaca puji-pujian.

Sebelumnya, sesajen itu dibacakan doa dan oleh sesepuh warga Tengger, diiringai musik gamelan. Menurut sesepuh warga Tengger, hal ini dilakukan agar Sang Hyang Widhi atau para leluarnya mendengar dan merestui kegiatan yang dilakukannya.

Usai dibawa keliling, sesajen sebagian dibuang dan sebagian dibagikan kepada warga yang kurang mampu. Sementara ogoh-ogoh tersebut selanjutnya dibakar dengan obor yang dibawanya.

Menurut Supoyo, salah satu tokoh masyarakat setempat, ritual Pujan Kesanga ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Namun bulan beserta tanggalnya tidak ditentukan, karena menurutnya, warga Suku Tengger mempunyai hitungan kalender sendiri.

"Yang jelas ini dilaksanakan setiap tahun, tapi tanggal dan bulannya tidak mesti, kami mengikuti perhitungan dan kalender sendiri. Kalender itu bukan kalender pada umumnya," jelas Supoyo, Jumat dinihari.

Supoyo menjelaskan, bagi warga Suku Tengger, Pujan Kesanga ini merupakan hari besar, sama dengan umat agama lainnya yang merayakan hari-hari besar. "Ini untuk keselamatan bagi warga Suku Tenggger, memohon kepada sang leluhur agar kami selalu direstui dari segala hal yang kita lakukan," tuturnya.

Jika Pujan Kesanga ini tidak dilaksanakan, kata dia, ditakutkan Sang Hyang Widhi akan murka dan tidak akan memerikan restu untuk segala aktivitas warga Suku Tengger. Warga pun melengkapi apa yang menjadi tradisi sejak nenek moyang mereka.

Warga Suku Tengger berharap, apa yang meraka lakukan menjadi sesuatu yang nyata dan permintaannya akan terkabulkan.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed