"Kita sedang fokus untuk melakukan pengentasan kemiskinan. Setiap warga miskin yang tinggal sebatang kara dengan rumah yang tidak layak langsung kita tangani. Rumahnya kita bedah, diberi bantuan sembako secara reguler, dan juga pemeriksaan kesehatan rutin dari Puskesmas terdekat," papar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang meninjau langsung salah satu rumah yang dibedah, Asnapah (79), warga Dusun Panggang, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kamis (20/4/2017).
Bedah rumah Mbah Asnapah adalah salah satu contoh pengangan kasus-kasus yang butuh penanganan cepat. Tercatat APBdes telah menganggarkan Rp 9,1 miliar untuk merenovasi 969 rumah tak layak.
Anas mengakui jika program ini dilakukan secara bergotong royong dengan banyak pihak, seperti TNI AD, PLN dan instansi vertikal lainnya. Anas juga telah mendelegasikan ke tingkat desa untuk program bantuan yang bersifat primer bagi warga miskin.
Sementara itu, Camat Glagah Astorik menjelaskan bahwa rumah Mbah Nduk – panggilan akrab Asnapah, ini telah direnovasi sejak satu minggu lalu. Dia tinggal sebatang kara di sebuah rumah tak layak huni yang menumpang di tanah orang.
"Suami dan dua orang anaknya telah meninggal. Sekarang tinggal saudara iparnya, Samih, yang juga tinggal sendiri," ungkap Astorik.
Dengan kondisi demikian, kepala desa setempat lalu berinisiatif untuk melakukan relokasi ke tanah almarhum kakaknya, Darmin, yang kini ditempati oleh saudara iparnya, Samih. Relokasi ini sekaligus merenovasi kediaman Mbah Nduk.
"Agar lebih nyaman tinggal berdekatan dengan keluarga. Selain itu, juga lebih mudah untuk memantau perkembangannya. Karena keduanya merupakan janda lanjut usia yang harus dibantu," pungkas Astorik. (bdh/bdh)











































