Tahanan kabur, bukan hal pertama terjadi di Polres Malang. Dari informasi yang dihimpun detikcom, pada 7 Febuari 2009 silam, tiga tahanan berhasil menjebol atap ruang dan meloloskan diri.
Dini hari itu, Syamsul Arifin (30) tahanan kasus pencurian dan kekerasan, Ridwan Adi (21) untuk perkara narkoba dan Slamet (30) karena kasus penadah hasil kejahatan, kabur melalui akses hampir sama dengan 17 tahanan yang meloloskan diri, Rabu (18/4/2017) dini hari tadi.
Kaburnya tiga tahanan ini baru diketahui esok pagi, saat petugas akan melakukan pergantian jaga tahanan. Dan pada 2016, tepatnya 24 April malam, Choirul Anam alias Benu, dapat lolos dari ruang tahanan sementara di ruang Satreskrim Polres Malang. Pelaku kasus asusila ini nekat kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas.
Tak berselang lama, dalam pengejaran, Benu kembali diamankan petugas dan kembali dijebloskan ke sel tahanan. Deretan peristiwa itu memaksa Polres Malang memaksimalkan pengawasan dan penjagaan. Ruang tahanan dilengkapi dengan teralis serta CCTV, agar tidak mudah digunakan para tahanan untuk kabur.
Tetapi dini hari tadi, dengan mudahnya 17 tahanan meloloskan diri dengan menjebol atap ruang kamar mandi. Kini, upaya pengejaran sudah dilakukan dan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin datang langsung melihat lokasi kabur para tahanan.
(fat/fat)
Dini hari itu, Syamsul Arifin (30) tahanan kasus pencurian dan kekerasan, Ridwan Adi (21) untuk perkara narkoba dan Slamet (30) karena kasus penadah hasil kejahatan, kabur melalui akses hampir sama dengan 17 tahanan yang meloloskan diri, Rabu (18/4/2017) dini hari tadi.
Kaburnya tiga tahanan ini baru diketahui esok pagi, saat petugas akan melakukan pergantian jaga tahanan. Dan pada 2016, tepatnya 24 April malam, Choirul Anam alias Benu, dapat lolos dari ruang tahanan sementara di ruang Satreskrim Polres Malang. Pelaku kasus asusila ini nekat kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas.
Tak berselang lama, dalam pengejaran, Benu kembali diamankan petugas dan kembali dijebloskan ke sel tahanan. Deretan peristiwa itu memaksa Polres Malang memaksimalkan pengawasan dan penjagaan. Ruang tahanan dilengkapi dengan teralis serta CCTV, agar tidak mudah digunakan para tahanan untuk kabur.
Tetapi dini hari tadi, dengan mudahnya 17 tahanan meloloskan diri dengan menjebol atap ruang kamar mandi. Kini, upaya pengejaran sudah dilakukan dan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin datang langsung melihat lokasi kabur para tahanan.











































