Para tahanan diduga bisa meloloskan diri dengan menjebol atap ruang kamar mandi. Melewati atap, para tahanan kembali menjebol plafon di atas tembok belakang ruang tahanan.
Tinggi atap sekitar 6 meter, tidak membuat nyali para tahanan terjun ke bawah. Jejak di lokasi masih dilihat tepat di belakang ruang tahanan yang berada di bagian paling belakang (Barat) kompleks Mapolres Malang di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Jejak itu di antaranya, bekas ambrolnya atap di atas tembok belakang ruang tahanan dan posisi alat pendingin udara menjadi pijakan turun ke bawah.
Foto: Muhammad Aminudin |
Diduga setelah berhasil turun dari atas plafon tembok belakang ruang tahanan dengan tinggi sekitar 3 meter, para tahanan meloncat dari batas tembok belakang yang hanya setinggi kurang dari 2 meter. Di bagian depannya terdapat sungai kecil yang membatasi kompleks Mapolres Malang dengan area persawahan.
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyebut, tahanan kabur dengan menjebol atap bagian utara di atas tembok belakang ruang tahanan. "Ada 17 yang kabur, jebol atap belakang," tegasnya kepada wartawan di mapolres.
Kapolres menduga, para tahanan kabur antara pukul 01.00 sampai subuh tadi. Ada petugas yang berdinas khusus menjaga ruang tahanan. "Mudah-mudahan kembali bisa diamankan," harapnya. (fat/fat)












































Foto: Muhammad Aminudin