Dukungan itu disampaikan langsung Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, Syihabul Irfan Arif di hadapan Azwar Anas dalam acara kuliah umum di kampus STIE Al Anwar, Sooko, Mojokerto, Senin (17/4/2017) petang. Anas menjadi pengisi materi dalam kuliah umum bertema "Menumbuhkan Semangat Enterpreneur Kaum Muda" tersebut.
"Orang Mojokerto sudah kangen punya gubernur dari kader NU sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Fan itu dalam sambutannya.
Bahkan, saat dikonfirmasi detikcom, Gus Fan kembali menegaskan dukungannya kepada Anas agar maju dalam Pilgub Jatim 2018.
"Kalau Azwar Anas muncul orang pertama, kami dukung penuh," ujarnya.
Dukungan yang dia lontarkan untuk Anas itu, lanjut Gus Fan, bukan tanpa alasan. Menurut dia, selama ini warga Nahdliyin merindukan kader NU yang mampu memimpin Jawa Timur.
"Karena sudah senafas, kader beliaunya (Anas) itu. Jadi, semua aspirasinya orang NU sudah ada di sana. Kalau orang lain yo ga karuan," ungkapnya.
Kendati belum ada komunikasi dengan Anas terkait Pilgub Jatim, Gus Fan berharap, Bupati Banyuwangi itu bersedia maju untuk berduet dengan Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat Menteri Sosial. Pihaknya berkomitmen untuk memenangkan suara pasangan tersebut di Kabupaten Mojokerto dengan menggerakkan ranting-ranting NU.
"Soal partai pengusung ada PKB, ada PPP dan partai lain yang bisa diajak membangun Jawa Timur menjadi lebih bagus," tegasnya.
Terkait dukungungan tersebut, Anas menanggapinya dengan santai. Dia berdalih masih ingin fokus membangun Banyuwangi.
"Saya belum sampai di situ, makanya saya kaget. Ini kan celetukan apresiasi orang, saya menghargai apresiasi dari berbagai penelitian, survei dan lain-lain. Namun, saya saat ini fokus membangun Banyuwangi agar jauh lebih sukses dari sekarang," cetusnya.
Anas juga mengaku belum menerima tawaran dari partai politik tertentu untuk maju ke Pilgub Jatim. Dia menilai usulan yang dilontarkan Ketua PCNU Mojokerto sebagai hal yang lumrah dan tumbuh di banyak tempat.
Pada kesempatan itu, Anas juga menegaskan lawatannya di Mojokerto tak terkait persiapan Pilgub Jatim. Dia sekadar menghadiri undangan diskusi dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mojokerto.
"Saya diundang di banyak tempat, saya malah tanggal 4 live dari kampus Brawijaya, kemudian tanggal 19 ini ke Yogyakarta. Kebetulan ISNU ini lama tak ketemu, kebetulan saja di Mojokerto," tandasnya. (bdh/bdh)











































