"Tanah longsor itu juga menimbun sumber mata air yang bisa menghidupi warga di 4 desa," kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Minggu (16/4/2017).
Sumber mata air yang tertimbun tanah longsor biasa menghidupi sekitar 10 ribu warga di empat desa yakni, Desa Banaran, Wagirkidul, Singgahan dan Desa Kesugihan. Pasca tanah longsor, warga pun mencari sumber air di titik lainnya.
"Memang ada sumber mata air lainnya. Cuma di Banaran itu sumber mata airnya yang lebih dekat di empat desa itu," tuturnya.
Ipong menerangkan, pihaknya akan melakukan penataan ulang terhadap eks lokasi tanah longsor. Di lokasi tersebut, kata dia, sudah tidak memungkinan dijadikan tempat tinggal warga. Namun untuk lahan pertanian, pihaknya masih memikirkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PVMBG (pusat vulkanologi mitgasi dan bencana geologi).
"Itu yang kita dahulukan untuk menghidupkan lagi sumber mata air dan lahan pertanian warga," jelasnya.
Longsor terjadi di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo terjadi pada Sabtu (1/4/2017). Selain menimbun sumber mata air, longsor juga mengubur 36 rumah warga dan 28 orang. Dari 28 orang yang dikabarkan hilang dan tertimbun longsor, 4 jiwa diantaranya sudah ditemukan. (roi/fat)











































