Kapolres mengaku simulasi ini bertujuan selain melindungi diri sendiri, juga menjaga dan mengamankan mako dari ancaman teror.
"Simulasi ini untuk melatih kesigapan anggota saat berjaga di mapolres, jika terjadi tindak kriminal dan teror. Apalagi sekarang marak aksi teror mako dan polisi terjadi," tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro di Mapolres Bojonegoro, Sabtu (15/4/2017).
Dari pantauan detikcom, anggota polisi tampak berusaha menyelamatkan diri dengan bertiarap dan menembak pelaku teror. Beberapa anggota lari bersembunyi untuk menangkap pelaku. Dalam simulasi ini, pasukan Sabhara Polres Bojonegoro juga diterjunkan.
Selain simulasi, kapolres mengaku sudah melakukan pengamanan dan patroli di titik rawan kriminalitas. Di antaranya, di stasiun kereta api, Terminal Bus Rajekwesi, tempat ibadah, toko emas dan perbankan.
Namun, meski kondisi Keamanan di Bojonegoro relatif aman, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. "Sejauh ini relatif aman tapi tetap waspada," imbuhnya. (fat/fat)











































