DetikNews
Sabtu 15 April 2017, 09:01 WIB

Salah Paham Saat Nonton Kesenian Jaranan, Satu Orang Tewas

Ardian Fanani - detikNews
Salah Paham Saat Nonton Kesenian Jaranan, Satu Orang Tewas Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Diduga salah paham saat nonton kesenian Jaranan, dua kelompok anak muda antar desa, yakni Desa Pakistaji dan Desa Labanasem Kecamatan Kabat, bentrok. Akibatnya, seorang warga Desa Labanasem, Sunali (22) tewas bersimbah darah lantaran dianiaya dan ditusuk pisau oleh massa yang berjumlah 20 orang lebih.

Tak hanya itu, tubuh korban ditemukan didasar sungai, sekitar 100 meter dari lokasi pengeroyokan. Pada saat itu hendak pulang usai melihat kesenian Jaranan, Jumat (14/7/2017) sore, korban melihat salah satu rekannya dikeroyok pemuda dari Desa Pakistaji. Korban mencoba melerai, namun malah menjadi bulan-bulanan massa yang diduga mabuk.

Tak hanya itu, korban juga ditusuk oleh salah satu pelaku, tepat di dadanya. Lantaran terluka, korban kemudian melarikan diri. Massa yang saat itu kalap terus mengejar pelaku. Nahasnya, berjarak 100 meter dari lokasi, korban kembali dimassa. Untuk menyelamatkan diri, korban terjun ke jurang dekat jembatan selatan Tambong.

"Korban kemudian terjun ke sini (jurang). Tapi tidak ke airnya, malah mendarat ke tanah. Kemudian anak-anak Pakistaji sekitar 20 orang itu melempari korban dengan batu dan paving," ujar Sulaiman salah satu saksi mata, kepada detikcom, Jumat (14/7/2017).
Foto: Ardian Fanani

Beruntung aksi tersebut sempat diketahui beberapa warga yang melintas di lokasi pengeroyokan. Korban yang sempat ditolong akhirnya meninggal, saat dilakukan perawatan di Puskesmas terdekat. Korban mengalami luka tusukan di bagian dada, tangan dan dahi. Selain itu luka lecet di sekujur tubuh.

Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang berujung kematian salah satu warga Desa Labanasem. Tak lama, polisi berhasil mengamankan 4 pemuda Desa Pakistaji yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Keempatnya antara lain, Al, Yn, Fr dan Af.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap aksi penganiayaan ini. Sementara ada 4 remaja yang kita amankan dan kita periksa," ujar Kapolsek Kabat, AKP Heri Subagyo kepada detikcom, Sabtu (15/4/2017).

Sementara saat pemeriksaan berlangsung, beberapa warga Desa Labanasem, Kecamatan Kabat mendatangi mapolsek setempat. Mereka menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas aksi penganiayaan yang berujung kematian warga Desa Labanasem tersebut. Sementara untuk mengantisipasi anarkhis massa, keempat remaja yang diduga pelaku penganiayaan tersebut langsung dibawa ke Polres Banyuwangi.

"Kita alihkan pemeriksaan di Polres Banyuwangi. Kita antisipasi amuk massa antar desa," pungkas Kapolsek Kabat.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed