"Ada sembilan orang yang ada di pikap. Dua di kabin dan tujuh di belakang," ujar petugas Tol Surabaya-Mojokerto, Handi, saat dihubungi detikcom, Jumat (14/4/2017).
Handi mengatakan, diduga pikap bernopol W 8251 XE itu melaju kencang sebelum terjadi kecelakaan. Saat melaju kencang, tiba-tiba ban belakang pikap meletus yang membuat pikap langsung terguling.
Semua penumpang pikap mengalami luka dalam insiden itu. Dua orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya mengalami luka ringan. Luka berat yang dialami adalah patah tulang dan luka pada kepala.
"Korban dibawa ke RS Petrokimia cabang Karang Andong," kata Handi.
Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, penumpang yang mengalami patah tulang dirujuk ke sebuah rumah sakit di Mojokerto. Sementara penumpang yang mengalami luka pada kepala dirujuk ke RSU dr Soetomo.
"Yang dirujuk ke RSU dr Soetomo bernama Jayadi," lanjut Handi.
Hand menambahkan, pikap yang mengalami kecelakaan adalah rekanan perusahaan tol. Pikap itu mengangkut pekerja tol bagian kebersihan. Mereka biasanya melakukan pembersihan di sepanjang lajur tol. (iwd/gik)











































