"Letak Jatim pas bagi kawasan barat maupun timur Indonesia. Jadi potensinya besar. BUMN, pemerintah, atau swasta sekarang jangan sedikit-sedikit bikin acara MICE di Bali. Ada Jatim yang lebih kompetitif untuk dilirik, tinggal bagaimana kalangan di Jatim bisa mengemasnya," kata Anas di sela-sela acara Rapat Koordinasi Kerja Sama Working Group dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) di Hotel Santika Jemursari Surabaya, Kamis (13/4/2017).
Anas mengatakan, sektor MICE sudah saatnya dilirik mengingat potensinya yang sangat besar. Ia mengutip data Kementerian Pariwisata, dalam setahun setidaknya ada 350.000 orang mengikuti berbagai acara MICE di Indonesia dengan transaksi lebih dari Rp 25 triliun dan mampu menyerap hampir 300.000 lapangan pekerjaan.
Sektor MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar. Mulai dari event organizer, katering, jasa transportasi, percetakan, properti, hotel, UMKM suvenir, florist, pelaku kesenian, hingga biro perjalanan wisata.
"Jadi ini potensinya besar. Orang sepertinya cuma diam rapat atau pameran, tapi perputaran ekonominya gede banget. Hampir tiap tiga bulan BUMN, swasta, dan instansi pemerintah pasti bikin rapat kerja yang selama ini mayoritas tersedot ke Bali saja. Dan kita rugi kalau tidak membidiknya, karena potensi di sini cukup besar. Ada Surabaya, Malang, Batu, Probolinggo, Banyuwangi, Kediri, Pasuruan, dan sebagainya," ungkap dia.
Sektor MICE, kata Anas, harus dikembangkan dengan mengambil positioning sebagai hub MICE dengan fokus utama pada pasar Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian membidik pasar internasional. Dengan letak yang strategis, orang dimudahkan untuk menggapai Jatim.
"Tentu harga di Jatim lebih kompetitif ketimbang di Bali, misalnya. Tapi positioning harus diambil dulu, di-declare bahwa Jatim layak jadi hub MICE. Sekarang ini banyak pertemuan besar digelar di Bali, Bandung, dan bahkan Palembang. Padahal infrastruktur penunjang di Jatim tidak kalah," ungkap Anas.
Ia yakin jika langkah tersebut diambil, secara otomatis akan mengikutinya. Biro perjalanan wisata akan menawarkan paket wisata dengan mengunjungi berbagai event MICE di Jatim yang berpadu dengan destinasi wisata alam dan budaya.
"Sektor ini pula yang kini sedang kami garap di Banyuwangi, tapi MICE dalam skala kecil. Seperti rapat koordinasi sejumlah kementerian dan BUMN kami tawarkan di Banyuwangi saja, padahal sebelumnya mereka selalu di Bali," pungkas Anas. (ze/fat)










































